Wilayah Administrasi
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Jakarta Pusat dengan luas : 48,17 Km2, dengan kondisi topografi relatif datar dan secara administratif dibagi menjadi 8 Kecamatan, 44 Kelurahan, 394 RW dan 4662 RT. (Bulan Januari 2008).

BATAS UTARA
- Jl. Duri Raya
- Jl. KH Zainal Arifin
- Jl. Sukardjo Wiryopranoto
- Rel Kereta Api
- Jl. Mangga Dua
- Jl. Sunter Kemayoran.

BATAS TIMUR
- Jl. Jendral Akhmad Yani ( By Pass )

BATAS SELATAN
- Jl. Pramuka
- Jl. Matraman
- Kali Ciliwung/Banjir Kanal
- Jl. Jendral Sudirman
- Jl. Hang Lekir.

BATAS BARAT
- Kali Grogol
- Jl. Pal Merah
- Jl. Pal Merah Utara
- Jl. Aipda KS.Tubun
- Jl. Jembatan Tinggi
- Banjir Kanal.

Visi dan Misi

V I S I
TERWUJUDNYA TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK SEBAGAI KOTA JASA DAN PUSAT PEMERINTAHAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DAN KENYAMANAN

M I S I
1. MENGOPTIMALKAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PEMERINTAHAN
2. MENUMBUHKEMBANGKAN KAPASITAS KELEMBAGAAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN PUBLIK
3. MENYELENGGARAKAN PENGAWASAN YANG EFEKTIF SEBAGAI APARATUR DALAM RANGKA PENEGAKAN HUKUM UNTUK KEPENTINGAN REGIONAL, NASIONAL DAN INTERNASIONAL
4. MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN
5. MEWUJUDKAN PELAYANAN MASYARAKAT YANG BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING GLOBAL

8 Kecamatan di KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT

Kecamatan Menteng
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Menteng adalah perumahan villa pertama di kota Jakarta (dulu Batavia), yang dikembangkan antara tahun 1910 dan 1918. Perancangnya adalah tim arsitek yang dipimpin oleh P.A.J. Mooijen, seorang arsitek Belandayang merupakan anggota tim pengembang yang dibentuk pemerintah kota Batavia.[1] Rancangan awalnya memiliki kemiripan dengan model kota taman dari Ebenezer Howard, seorang pembaharu dalam arsitektur asal Inggris. Bedanya, Menteng tidak dimaksudkan berdiri sendiri namun terintegrasi dengan suburban lainnya. Thomas Karsten, seorang pakar tata lingkungan semasanya, memberi komentar bahwa Menteng “memenuhi semua kebutuhan perumahan untuk kehidupan yang layak”.
Proyek Menteng ini dinamakan Nieuw Gondangdia dan menempati lahan 73ha, yang pada tahun 1890 dimiliki oleh 3.562 pemilik tanah.[2] Batas selatannya adalah Banjir Kanal Barat yang selesai dibangun 1919. Rancangan Mooijen dimodifikasi oleh F.J. Kubatz dengan mengubah tata jalan dan penambahan taman-taman (salah satunya adalah Taman Lembang) hingga mencapai bentuk yang tetap antara 1920an dan 1930an.
Menteng menjadi daerah elite setelah kemerdekaan Indonesia. Perumahan dinas pejabat tinggi negara serta kedutaan besar negara-negara sahabat banyak dipusatkan di sini hingga 1980-an. Banyak tokoh-tokoh penting dan konglomerat ternama tinggal di wilayah tersebut, termasuk presiden ke-2 Indonesia,Soeharto beserta keluarganya. Stadion Menteng, yang telah dibongkar dan dijadikan taman, terletak di kecamatan ini.

Daftar kelurahan
1. Menteng adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat. Kelurahan ini memiliki kode pos 10310. Kelurahan Menteng secara sosial dianggap sebagai kawasan hunian pengusaha terpandang, elit politik, dan diplomat manca negara. Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan dan diketik di kelurahan bersejarah ini, tepatnya di Jl. Imam Bonjol No.1. Jakarta Pusat.
2. Pegangsaan dengan kode pos 10320
3. Cikini dengan kode pos 10330
4. Kebon Sirih dengan kode pos 10340
5. Gondangdia dengan kode pos 10350

Kecamatan Gambir
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Kecamatan Gambir terletak di Jakarta Pusat. Stasiun Gambir terletak di kecamatan ini. Pada masa penjajahan Belanda, wilayah Gambir, khususnya daerah Kelurahan Gambir dan sekitarnya, dinamakanWeltevreden (termasuk setasiun kereta apinya).

Kelurahan di kecamatan Gambir :
1. Gambir
2. Kebon Kelapa
3. Petojo Selatan
4. Duri Pulo
5. Cideng
6. Petojo Utara

Stasiun Gambir (kode:GMR) adalah stasiun kereta api terbesar di Jakarta, Indonesia dan terletak di kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Stasiun ini dibangun pada dasawarsa 1930-an dan mendapatkan renovasisecara besar-besaran pada 1990-an. Stasiun Gambir melayani transportasi kereta api untuk tujuan-tujuan utama di pulau Jawa. Kereta wilayah Jabotabek tidak berhenti di stasiun ini. Di stasiun ini, tersedia pula busDAMRI untuk menuju Bandara Soekarno Hatta.
Stasiun ini terdiri dari tiga tingkat. Aula utama, loket tiket, beberapa restoran dan toko, serta mesin ATMterdapat pada tingkat pertama. Tingkat kedua adalah ruang tunggu dengan beberapa restoran cepat sajidan kafetaria, sedangkan rel kereta api berada pada tingkat ketiga.

Kecamatan Tanah Abang
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Kecamatan Tanah Abang terletak di Jakarta Pusat. Di sana terdapat pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara. Pasar tersebut telah ada sejak 1735.

Pasar Tanah Abang merupakan pusat perdagangan tekstil utama ke berbagai wilayah di Indonesia dan juga Asia serta dunia. Pada Februari 2003, sebagian kecil dari wilayah pasar Tanah Abang terbakar. Penyebab kebakaran masih menjadi isu kontroversial. Banyak orang menganggap penyebabnya adalah kondisi pasar yang terlalu ramai dan motif politik.
Tanah Abang terdiri dari blok A,B,C,D,E,F dalam bentuk kios-kios untuk pembelian dalam jumlah eceran sedangkan untuk pembelian tekstil dalam jumlah besar atau partai terdapat di kompleks ruko Tanah Abang Bukit AURI yang merupakan pusat penjualan dalam jumlah besar atau grosir.

Daftar Kelurahan
1. Bendungan Hilir, Tanah Abang dengan kode pos 10210. Bendungan Hilir adalah sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 20.025 jiwa, dengan perincian: penduduk laki-laki 10.256 jiwa, penduduk perempuan 9.764 jiwa dan warga negara asing (WNA) 5 jiwa. Kelurahan ini memiliki luas 158,16HA2. Memiliki 124 rukun tetangga (RT) dan 9 rukun warga (RW). Bendungan Hilir memiliki kode pos 10210. Kelurahan ini berbatasan dengan Rel Kereta Api dengan Kelurahan Petamburan di sebelah utara, Jl. Jend. Gatot Subroto dengan Kelurahan Gelora di sebelah barat, Kali Krukut dan Kali Malang dengan Kel. Kb.Melati di sebelah timur dan Jl. Jend. Sudirman dengan Kelurahan Karet Semanggi Jakarta Selatan di sebelah selatan.
2. Karet Tengsin, Tanah Abang dengan kode pos 10220
3. Kebon Melati, Tanah Abang dengan kode pos 10230
4. Kebon Kacang, Tanah Abang dengan kode pos 10240
5. Kampung Bali, Tanah Abang dengan kode pos 10250
6. Petamburan, Tanah Abang dengan kode pos 10260
7. Gelora, Tanah Abang dengan kode pos 10270

Kecamatan Senen
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Sejarah
Sejarah Senen diawali dengan dibukanya Pasar Senen oleh Justinus Vinck pada tahun 1733. Selain Pasar Senen, Vinck juga membuka Pasar Tanah Abang. Dua tahun berikutnya ia menghubungkan kedua pasar tersebut dengan sebuah jalan, yang sekarang disebut Jl. Prapatan dan Jl. Kebon Sirih yang juga merupakan jalur penghubung timur-barat pertama di Jakarta Pusat kini.
Setelah zaman kemerdekaan hingga tahun 1975, Senen menjadi pusat perdagangan terkemuka di Jakarta. Gelanggang Remaja Senen yang juga terkenal dengan Planet Senen, merupakan tempat para seniman ibu kota mengembangkan bakat-bakat mereka. Djamaludin Malik, Benyamin Sueb, Bing Slamet, dan Misbach Yusa Biran merupakan seniman yang besar disini. Pada tahun 1974 terjadi tragedi Malari yang memporakporandakan Pasar Senen. Mahasiswa pada saat itu, marah atas kebijakan ekonomi Indonesia yang bergantung pada Jepang. Dan Pasar Senen merupakan simbol dari penjualan produk-produk Jepang.

Pusat Perdagangan Ibu Kota
Setelah kemerdekaan hingga tahun 1975, Senen merupakan pusat perdagangan kota Jakarta. Pusat perdagangan Senen atau Proyek Senen dibangun pada masa pemerintahan Ali Sadikin sekitar tahun 1960-1970.[1] Pembangunan Proyek Senen diikuti dengan Pasar Inpres dan terminan Senen. Melengkapi Proyek Senen, di tahun 1990 dibangun super blok modern, Atrium Senen. Atrium Senen diisi sejumlah tenantinternasional, seperti Yaohan dan Mark&Spencer, yang pada akhirnya menarik diri karena krisis ekonomi.
Selain Proyek Senen dan Atrium Senen, Senen makin dipadati oleh pedagang informal atau biasa disebut dengan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan disepanjang Jalan Kramat dan Kwitang. Jika di sisi Jalan Kramat dipenuhi oleh pedagang-pedagang Minangkabau yang menjual aneka penganan, maka Jalan Kwitang merupakan bursa buku terbesar di Jakarta. Selain di kedua ruas jalan tersebut, disisi Stasiun Pasar Senen yakni kawasan Poncol Senen juga banyak PKL yang menjual barang-barang bekas atau barang-barang selundupan.

Daftar Kelurahan
1. Senen, Senen dengan kode pos 10410
2. Kwitang, Senen dengan kode pos 10420
3. Kenari, Senen dengan kode pos 10430
4. Paseban, Senen dengan kode pos 10440
5. Kramat, Senen dengan kode pos 10450
6. Bungur, Senen dengan kode pos 10460

Kecamatan Cempaka Putih
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Kecamatan Cempaka Putih yang terletak di Jakarta Pusat adalah hasil pemekaran dari Kecamatan Senen.

Daftar Kelurahan
1. Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih dengan kode pos 10510
2. Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih dengan kode pos 10520
3. Rawasari, Cempaka Putih dengan kode pos 10570

Kecamatan Kemayoran
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Kecamatan Kemayoran terletak di Jakarta Pusat. Di sini dahulu terletak Bandara Kemayoran.

Daftar Kelurahan
1. Gunung Sahari Selatan, Kemayoran dengan kode pos 10610
2. Kemayoran, Kemayoran dengan kode pos 10620
3. Kebon Kosong, Kemayoran dengan kode pos 10630
4. Harapan Mulya, Kemayoran dengan kode pos 10640
5. Cempaka Baru, Kemayoran dengan kode pos 10640
6. Sumur Batu, Kemayoran dengan kode pos 10660
7. Serdang, Kemayoran dengan kode pos 10670
8. Utan Panjang, Kemayoran dengan kode pos 10650

Kecamatan Johar Baru
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Kecamatan Johar Baru terletak di Jakarta Pusat dan merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat

Daftar Kelurahan
1. Galur, Johar Baru dengan kode pos 10530
2. Tanah Tinggi, Johar Baru dengan kode pos 10540
3. Kampung Rawa, Johar Baru dengan kode pos 10550
4. Johar Baru, Johar Baru dengan kode pos 10560

Kecamatan Sawah Besar
Perubahan Akhir: 17 Juni 2009

Kecamatan Sawah Besar terletak di Jakarta Pusat. Ditilik dari namanya kemungkinan dahulu ini adalah mantan sawah-sawah.

Daftar Kelurahan
1. Pasar Baru, Sawah Besar dengan kode pos 10710
2. Gunung Sahari Utara, Sawah Besar dengan kode pos 10720
3. Mangga Dua Selatan, Sawah Besar dengan kode pos 10730
4. Karang Anyar, Sawah Besar dengan kode pos 10740
5. Kartini, Sawah Besar dengan kode pos 10750

About these ads