Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Pentingnya Sarapan dan Bekal

Pentingnya Sarapan dan Bekal

[Republika] Survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2008 menunjukkan mayoritas anak sekolah memiliki kebiasaan jajan. Survei itu melibatkan 180 ribu responder dari 4.500 SD dan Madrasah lbtidaiyah di 18 provinsi. Hanya ada satu persen anak sekolah yang membawa bekal sehingga tidak perlu jajan di sekolah.
Dr Pauline Endang Praptini MS SpGK menjelaskan salah satu penyebab anak banyak jajan di sekolah ialah kurangnya pasokan nutrisi di pagi hari. Banyak anak yang melewatkan sarapan atau santap pagi dengan tergesa. Mereka mencoba mencukupi kebutuhan energinya di sepanjang jam sekolah.
Untuk menghindari perilaku tersebut, orang tua harus menerapkan kebiasaan sarapan pagi di rumah sebetum berangkat sekolah. Jika tak sempat melakukannya di rumah, anak bisa makan selagi berada dalam perjalanan menuju sekolah. Bagaimana jika anak tidak sempat sarapan? Pauline menyarankan sebaiknya anak membawa bekal dari rumah dengan menu bervariasi. Misalnya nasi goreng telor mata sapi, cap cay, sandwich, havermut dengan susu, roti isi dan tainnya. “Makanan yang paling sehat adalah makanan rumah,” ujar dokter spesialis gizi klinik dari RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
Sementara itu, untuk anak yang sekolah hingga sore hari, pada saat siang hari atau jam istirahat kedua, sebaiknya orang tua atau orang dewasa lainnya mengantarkan makanan untuk anak. Sediakan makanan yang baru dimasak. “Jangan lupa untuk melibatkan anak dalam merancang menu bekalnya,” saran Pauline.
Dengan begitu, anak akan mengenal kandungan nutrisi datam setiap makanan atau kudapan yang disajikan. Ketertarikan anak untuk menyantap bekat yang dibawa pun bisa menguat. Alhasil, keinginan mereka untuk jajan sembarangan di sekolah akan berkurang.
Selain itu, orang tua berperan besar untuk membantu memberikan pengertian mengenai kebiasaan jajan anak. Ketika orang tua tidak sempat untuk menyiapkan bekal, anak harus mampu memilih jajajan yang mengandung nilai gizi yang baik. Anak harus menyadari jajanan bukan sekadar aktivitas yang seru. Jajanan juga bermanfaat untuk menunjang asupan nutrisinya.
Dengan menyantap jajanan yang padat gizi, anak akan mampu berkonsentrasi dan dapat beraktivitas dengan baik selama di sekolah. Jajanan yang bernutrisi pun dapat menunjang pertumbuhannya. “Sekitar 30 persen kebutuhan nutrisi anak sehari-hari dipenuhi di sekolah,” papar Pauline.
Untuk itu, anak harus mengkonsumsi makanan lengkap. Makanan lengkap yang dibeli harus bersih dan sebaiknya makanan yang dimasak di tempat itu juga seperti soto ayam, ayam bakar, atau lainnya. “Pilih jajajan yang masih panas,” saran Pauline.

Selain sarapan dan membawa bekal untuk menghindari dan mengurangi kebiasaan jajan anak, orang tua sebaiknya mendampingi anak saat nonton iklan TV. Beri pengertian mengenai dampak baik dan buruk dari konsumsi kudapan yang diiklankan. Bimbing anak untuk mengenali makanan sehat dan manfaatnya. Lantas, pihak sekolah juga harus menyediakan jajanan sehat di kantin sekolah dalam pengawasan yang baik. “Pihak sekolah juga harus selektiff memilih orang yang boleh berjualan di kantin,” ujar Pauline. 

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s