Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Politik dan Pilpres 2014 » Dokumen Rahasia TNI : Kubu Prabowo Tolak Lapor Bawaslu

Dokumen Rahasia TNI : Kubu Prabowo Tolak Lapor Bawaslu


Koran Bisnis Indonesia Page 12 Oleh Nadya Kurnia, Tegar Arief Fadly

JAKARTA—Kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menduga adanya keterkaitan antara bocornya surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) terkait dengan pemecatan Prabowo dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dengan debat capres beberapa waktu lalu.
Pasalnya dalam debat capres itu Prabowo dicecar oleh calon wakil presiden Jusuf Kalla terkait dengan keterlibatan dirinya dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) 1998 lalu.
“Muncul surat itu beredar di luar lalu ada pertanyaan di debat capes. Membacanya tidak begitu susah,” kata Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Idrus Marham, di Posko Pemenangan Rumah Polonia, Jakarta, Rabu (11/6).
Meskipun menilai ada keterkaitan, Idrus tidak berani mengatakan bahwa bocornya surat tersebut diskenario oleh tim pemenangan rivalnya, yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud Md., menegaskan pihaknya tidak akan melaporkan bocornya surat tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Alasannya, belum diketahui dengan pasti identitas pelaku pembocor surat yang konon adalah dokumen rahasia negara tersebut. Meskipun Mahflid sendiri menilai hal itu masuk dalam kategori kampanye hitam.
“Sejenis kampanye hitam, tapi yang mengedarkan kami tidak tahu. Mau melaporkan siapa?” tanya Mahfud.
Menurut Mahfud, pihak kepolisian sudah mengetahui pelaku pembocor dan penyebar surat tersebut. Oleh karena itulah tim Prabowo-Hatta menyerahkan sepenuhnya kepada Polri. “Enggak usah dilaporin, harus dicari orangnya,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku dirinya telah menerima klarifikasi dari Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko terkait dengan beredarnya rekomendasi pemberhentian Prabowo Subianto di media sosial.
Terlepas dari keaslian surat yang harusnya menjadi dokumen rahasia itu, dia telah meminta jajarannya dan Mabes TNI untuk mencari tahu dari mana surat rekomendasi tersebut pertama kali muncul.
“Kami sudah dapat klarifikasi. Bahwa itu bukan dari mereka [Mabes TNI). Saya enggak tahu itu dari mana. Saya minta coba kita lihat itu dari mana. Karena itu surat rahasia,” jelas Purnomo, Rabu. (Nadya Kurnia/Tegar Arief Fadly)
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s