Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Media Indonesia » Prabowo Inisiator Penculikan

Prabowo Inisiator Penculikan


Media Indonesia 20 Juni 2014, Frontpage

Wiranto menyebutkan pimpinan ABRI tidak pernah memberikan perintah kekerasan atau penculikan terhadap aktivis.
MISTERI soal inisiator penculikan aktivis pada 1997 dan awal 1998 terkuak. Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Wiranto menegaskan aksi penculikan itu diinisiasi mantan Pangkostrad Prabowo Subianto.
ABRI, tegas mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan tersebut, tidak pernah memerintahkan penculikan aktivis. Pasalnya, ABRI selalu mengedepankan persuasi, dialog, serta menghindari kekerasan.
Penjelasan tersebut sekaligus membantah pernyataan Prabowo saat Debat Calon Pre siden dan Wakil Presiden, 9 Juni 2014. Ketika itu, Prabowo menjawab pertanyaan ca wapres Jusuf Kalla soal pelanggaran hak asasi manusia de ngan mengatakan, “Tanya atasan sa ya waktu itu.” Wiranto menegaskan aksi penculikan aktivis pada Desember 1997 sampai Februa ri 1998 tidak sesuai dengan ke bijakan pimpinan.
“Saya tidak tahu yang dimaksud atasan oleh yang ber sangkutan (Prabowo) siapa.
Yang pasti bukan saya ataupun Jenderal Feisal Tanjung. Kami tidak pernah memberikan perintah kekerasan atau penculikan,” kata Wiranto saat jumpa pers di Gedung Forum Komunikasi Pembela Kebenar an (Forum KPK), Jakarta, kemarin.
Wiranto tiba di Posko Forum KPK di Jl HOS Cokroaminoto, pukul 13.30 WIB. Ia mengemu kakan penjelasan yang diberikannya bukan dalam ka pasitas dia sebagai Ketua Umum Partai Hanura, tapi se bagai Panglima ABRI sekaligus Menhankam saat kasus penculikan diusut.
Wiranto mengatakan Prabowo telah melanggar hukum ka rena penculikan tersebut dilakukan atas inisitif pribadi.
Prabowo juga telah mengabaikan perintah Pangab.
“Pada saat menanyakan langsung kepada Letjen Prabowo saat itu tentang siapa yang mem beri perintah, Prabowo mengaku apa yang dilakukan bukan perintah Panglima, tetapi inisiatif sendiri dan hasil analisis dia tentang kondisi saat itu,” tandas dia.
Wiranto menjelaskan, aksi penculikan terjadi semasa ABRI dipimpin oleh Feisal Tanjung. Namun, saat pengusutan atas kasus penculikan dilakukan, Wiranto-lah yang menjadi Panglima ABRI. “Saya sudah menanyakan ke Pak Feisal dan beliau tidak pernah memberikan perintah penculikan.“ Bukan rahasia DKP dan kasus penculikan, Wiranto menukas, bukan rahasia lagi karena pada 1998 secara substantif telah dipublikasikan. “Dengan demikian, pertanyaan mengenai apakah surat itu bocor tidak relevan karena hal itu penting untuk informasi masyarakat.“
Ia menyebut Prabowo harus mengklarifikasi hal itu karena kejelasan dan pengakuan kebenaran selama ini menyangkut kredibilitas dia. Selain itu, Pra bowo merupakan calon pemimpin yang mesti menjunjung kejujuran.
Sementara itu, Prabowo Subianto menolak menanggapi penjelasan Wiranto. “Tanya saja mereka. Terima kasih, ya,“ kata Prabowo seusai pertemuan dengan masyarakat Papua di Jakarta, kemarin.
Anggota Tim Sukses Prabowo-Hatta, Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo menilai Wiranto membuat DKP untuk mematikan karakter dan karier Prabowo.
Namun, dalam pandangan mantan Wakil Ketua DKP Jenderal (Purn) Fahrul Rozi, apa yang dikemukakan Wiranto merupakan fakta. “Sama seperti saya dan Pak Agum sampaikan.“
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s