Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Politik dan Pilpres 2014 » Tokoh Agama Serukan Persaingan Jujur

Tokoh Agama Serukan Persaingan Jujur


Republika 21 Juni 2014 Page 3 oleh Antara/ ed:Ratna Puspita

JAKARTA — Tokoh agama yang tergabung dalam Inter Religius Council (IRC) Indonesia menyerukan persaingan jujur pada Pemilihan Presiden 2014. Tim sukses dan pendukung calon presiden-calon wakil presiden Prabowo SubiantoHatta Rajasa dan Joko WidodoJusuf Kalla harus mengusung semangat persaudaraan sesama anak bangsa.
“Karena itu, dihindari yang memecah masyarakat, menimhul-,- kan permusuhan sesama anak bangsa, dan merusak persatuan serta kesatuan,” ujar Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) WS Wawan Wiratma di Jakarta, Jumat (20/6).
Menurut dia, semua pihak menggunakan momen Pilpres 2014 sebagai bagian dari pendidikan politik bagi rakyat Indonesia. Sehingga, mematangkan kesadaran dan meningkatkan partisipasi politik dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.
Untuk itu, Wawan menyatakan bahwa para kandidat menghindari praktik politik uang dan kampanye hitam. Sebab, dua hal itu memperbodoh masyarakat dan mengurangi kualitas demokrasi di Indonesia.
“Kami menyerukan agar pihakpihak dan lembaga yang berkontestasi tidak memanfaatkan sentimen agama untuk kepentingan politik sesaat dan memolitisasi agama,” ujar Wawan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan bahwa kampanye buruk dan jahat dilakukan karena ketidakpercayaan memenangi Pilpres 9 Juli. “Karena itu, pecan saya siapa yang terlibat dan menyebarkannya untuk menghentikannya,” ujar dia, seusai seruan damai.
Din mengatakan bahwa jika ada pihak yang dirugikan terkait kampanye buruk atau jahat agar diproses secara hukum. “Dan pihak yang dirugikan jika ada celah hukum agar diproses secara hukum,” kata dia.
Menurut Din, pilpres berlangsung damai dan bermutu. “Damai karena pemilih itu cara damai untuk menyelesaikan masalah, begitulah bermutu agar proses demokrasi menghasilkan proses demokrasi bermutu, menghasilkan pemimpin yang berkualitas, dan membawa bangsa ini maju,” kata dia.
Seruan damai untuk Pilpres 9 Juli dihadiri Ketua PBNU M Iqbal Sullam, Ketua MUI Slaitet Effendy Yusuf, Sekretaris Eksekutif KWI Romo Edy Purwanto, Sekretaris Umum Persatuan Gereja-Gereja Indonesia Pendeta Gomar Gultom, Sekretaris Parisada Hindu Darma Indonesia Nyoman Udayana Sangging, dan Budayawan Franz Magnis-Suseno. antara ed: ratna puspita
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s