Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Media Asing Menilai Jokowi tanpa Beban, Prabowo Direpotkan HAM

Media Asing Menilai Jokowi tanpa Beban, Prabowo Direpotkan HAM


Koran Tempo 23 Juni 2014, Page 4 oleh Raju Febrian

Jokowi disebut fenomena, Prabowo lebih sering diungkit soal masa lalunya.
JAKARTA — Pemilihan presiden yang mengajukan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa serta Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendapat perhatian dari media internasional. Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Effendi Ghazali, menilai media asing lebih menyukai Joko Widodo atau Jokowi ketimbang Prabowo.
Pemberitaan tentang Jokowi yang ditulis atau ditayangkan oleh media asing, ujar Effendi, seralu positif. “Mungkin mereka menilai Jokowi adalah wajah baru dan muda yang bisa membawa perubahan,” kata Effendi saat dihubungi Tempo kemarin.”Juga jujur sehingga banyak dari media asing itu tertarik dengan sosok Jokowi.”
Berbeda dari Jokowi, media asing menurut Effendi sering memberitakan hal yang negatif kepada calon presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, pemberitaan negatif media asing ini tak lebih dari satu hal, yaitu berkaitan dengan kasus penculikan aktivis pro-demokrasi pada 1997- 1998. Mayoritas media internasional menyoroti isu HAM yang menjadi beban pasangan Prabowo-Hatta.
Namun Effendi menilai semenjak elektabilitas Prabowo saat ini mulai melonjak, sejumlah media asing mulai mewawancarai bekas Danjen Kopassus itu.
Beberapa media asing, seperti BBC dan Reuters (Inggris), The Straits Times (Singapura), Bangkok Post (Thailand), serta ABC dan Sydney Morning Herald (Australia), menyebut pria yang akrab disebut Jokowi ini sebagai pemain barn dalam peta politik Indonesia tapi bisa dengan cepat membetot perhatian rakyat.
Laman New York Times (Amerika Serikat) menyebut pria asal Solo ini sebagai “fenomena” dalam peta politik Indonesia. Media lain, The Financial Today, menyatakan besarnya simpati rakyat yang diperoleh Jokowi lewat gaya membuminya persis seperti popularitas Barack Obama ketika pertama kali mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika. Sedangkan New York Times edisi Asia mengungkap masa lalu calon presiden Prabowo Subianto. Di halaman satu mereka, isi berita itu menyiratkan kekhawatiran para pegiat HAM soal masa lalu Prabowo yang pernah menculik aktivis pro-demokrasi.
Juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya, membenarkan soal banyaknya media luar negeri yang memberitakan buruk calon presidennya. Alasannya, menu-rut dia, pihak asing takut Indonesia dipimpin oleh orang yang tegas, cerdas, dan berwibawa. “Negara lain ingin Indonesia tetap dipimpin presiden yang lemah,” kata Tantowi, kemarin.
Adapun j uru bicara tim pemenangan JokowiJusuf Kalla, Poempida Hidayatulloh, mengatakan pemberitaan media asing yang relatif baik untuk pasangan nomor urut dua ini menunjukkan bahwa negara lain mengapresiasi. Poempida menilai media asing cukup obyektif memberitakan pemilihan presiden Indonesia. Dia melihat media kesulitan mempengaruhi orang Indonesia karena pembaca di Tanah Air masih sedikit.
Poempida mengatakan pemberitaan media asing yang buruk soal Prabowo hanya tentang dugaan pelanggaran hak asasi manusia, tak pernah mempersoalkan masalah pribadi. Sedangkan pemberitaan untuk Jokowi lebih ke masalah personal. “Jadi tak mungkin disetir, indikasinya apa?” tanyanya. • REZA ADITYA I SUNDARI I NATALIA SANTI
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s