Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Media Indonesia » Tokoh di Balik Perjalanan Politik Jokowi

Tokoh di Balik Perjalanan Politik Jokowi


Media Indonesia 23 Juni 2014 Page 3, oleh AB/P-3
BERANGKAT dari keadaan biasa dengan gaya hidup yang juga biasa-biasa saja, justru membuat sosok Joko Widodo menjadi istimewa. Kepribadiannya bersahaja, tapi pemikiran-pemikirannya luar biasa. Kreatif, simpel, dan to the point menjadi ciri khas yang menempatkan figur Jokowi sebagai petarung hidup.
Kesederhanaan yang menyelimuti perjalanan hidup prig kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961, itu meyakinkan Seno Kusumoharjo, pengusaha asal Solo, bahwa Jokowi akan memenangi pemilihan presiders 9 Juli mendatang.
Seno sebagai konsultan internasional yang 18 tahun terakhir berdomisili di Jakarta, kepada Media Indonesia, Rabu (18/6) malam, menuturkan secara detail tentang perjalanan hidup Jokowi.
Seno-lah yang menemukau dan mengorbitkan Jokowi ke kancah perpolitikan nasional. Pada akhir 2004, dia dimintai bantuan oleh FX Hadi Rudiyatmo, Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, untuk mencari figur yang sesuai guna diajukan dalam pemilihan wali kota
Ketika itu Wali Kota Surdkarta masih dijabat Slamet Suryanto yang diusung PDIP, tapi dianggap kurang memperhatikan kepentingan masyarakat.
“Atas permintaan itu, saya setiap akhir minggu batik ke Solo untuk mencari figur yang tepat. Dua bulan saya turun ke perkampungan untuk mencari figur, hingga menemukan Jokowi, seorang pengusaha furnitur,” ungkap Seno.
Seno mengetahui sosok Jokowi dari kegiatan keagamaan berupa pengajian yang sering digelar oleh keluarga ataupun masyarakat di sekitar lingkungannya. Setelah pertemuan pertama, dia kerap berthskusi dengan Jokowi sebelum mengajukannya sebagai salah satu calon wali kota.
Setelah itu, Seno mengenalkan Jokowi kepada Hadi Rudiyatmo. Pertemuan mereka bertiga berlangsung di Graha Seba Buana, sebuah gedung dekat rumah Jokowi yang biasa menjadi tempat pengajian rutin.
“Jokowi tidak pernah bermimpi menjadi wali kota ataupun gubernur. Semuanya mengalir karena kuatnya arcs dorongan masyarakat,” ujarnya.
Jokowi menjadi calon wali kota berpasangan dengan FX Hadi Rudiyatmo. Pasangan yang diusung PDIP itu berhasil mengalahkan kandidat lain. Ia memimpin Surakarta periode 2005-2010, dan di masa kepemimpinannya kota itu mengalami perkembangan luar biasa, baik secara fisik maupun kesejahteraan masyarakatnya.
Tidak mengherankan ketika kembali maju untuk periode kedua, pasangan Jokowi-Hadi Rudiyatmo menang telak dengan perolehan suara 90% lebih.
Di tengah perjalanan memimpin Solo periode kedua, muncul wacana untuk mengajukan Jokowi sebagai calon gubernur. Saat itu ada dua pilihan, maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta atau Jawa Tengah.
“Jokowi kembali menemui saya meminta pertimbangan, dan saya sampaikan, sebagai kader partai harus tetap menunggu instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.”
Namun, Seno menyarankan agar suami Hj Iriana itu maju sebagai cagub DKI Jakarta. Pertimbangannya, gaya kepemimpinan Jokowi dinilai cocok untuk membangun Jakarta. Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memenangi pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012.
Pada 14 Maret 2014, Megawati secara resmi menugasi Jokowi untuk maju sebagai capres dalam Pilpres 2014. Selanjutnya, Jokowi ditetapkan berpasangan dengan Jusuf Kalla. Pasangan itu akan bertarung melawan pasangan Probowo-Hatta. (AB/P-3)
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s