Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Politik dan Pilpres 2014 » AS Dikte RI Soal HAM Prabowo

AS Dikte RI Soal HAM Prabowo


Republika 25 Juni 2014 Page 5, oleh Ahmad Islamy Jamil
JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertanyakan rekam jejak calon presiden (capres) nomor urut satu Prabowo Subianto yang sedang berkompetisi pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert Blake, juga mengungkit kembali dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Prabowo.
Robert mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia hams menyelidiki tuduhan keterlibatan Prabowo dalam pelanggaran atas HAM. Meski demikian, Blake buruburu menambahkan jika pemefintahnya tidak memihak calon tertentu. “Namun, kami menganggap serius dugaan pelanggaran HAM dan menyerukan Pemerintah Indonesia untuk sepenuhnya menyelidiki tuduhan tersebut,” ujarnya lewat surat elektronik yang dilansir Wall Street Journal, Senin (23/6).
Blake mengatakan bahwa AS dapat bekerja sama dengan siapa pun calon yang akhirnya terpilih. Kedutaan besar AS mengungkapkan dukungannya terhadap penyelidikan dan penyelesaian pelbagai dugaan kasus pelanggaran HAM.
Anggota Tim Sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Marwan Jafar, menyambut baik permintaan AS tersebut. Menurut Marwan, kasus pelanggaran HAM tersebut sudah menyangkut kejahatan kemanusiaan: “Bisa jadi masuk kejahatan internasional karena Amerika sudah bicara.” katanya.
Menurut Marwan, pengusutan kasus ini penting untuk melihat mana capres yang melanggar HAM dan mana yang tidak. “Apalagi mantan petinggi TNI sudah berbicara bahwa Prabowo ini dipecat secara terbuka dari ABRI. Dulu riamanya ABRI,” ujar Marwan.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, menyatakan tak gentar dengan permintaan Dubes AS. “Tak ada urusan. Kita jalan terus, menyongsong kemenangan. Indonesia adalah negara berdaulat,” kata Mahfud.
Anggota Timses Prabowo-Hatta, Dradjad Wibowo, menambahkan bahwalDubes AS seharusnya tidak bicara demikian. Ia menilai permintaan Dubes AS tersebut sangat tendensius dan mencampuri urusan dalam negeri. “Tendensius di sini artinya ingin memberikan citra negatif ke Prabowo,” ujar Drajad.
Pengamat politik dari Universitas Pertahanan (Unhan), Salim Said, mengatakan, sikap AS yang mengintervensi politik dalam negeri Indonesia semacam ini bukan barang baru. Menurutnya, pada zaman Presiden Soeharto dulu, dubes AS Paul Wolfowitz Dundes (19861989) juga pernah mengeluarkan pernyataan yang kesannya mencampuri urusan politik dalam negeri RI. “Kala itu, Paul Wolfowitz mengatakan bahwa sudah waktunya Indonesia menjadi lebih demokratis dan lebih terbuka. Reaksi pemerintah dan masyarakat kita saat itu pun biasa-biasa saja, tidak ada protes sama sekali,” kata Salim.
c92 ed: muhammad fakhruddin
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s