Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Golkar Tak Henti Berguncang

Golkar Tak Henti Berguncang


Koran Tempo 26 Juni 2014 Page 8 | Oleh Ira Guslina Sufa

Keputusan Aburizal Bakrie memecat tiga kader Golkar mendapat perlawanan. Bisa berlanjut ke musyawarah nasional luar biasa.
Bergantian, tiga orang itu memberi penjelasan di ruang VVIP Lagoon Cafe, Hotel Sultan, kemarin siang. Ketiganya adalah politikus muda Golkar, yaitu Agus Gumiwang Kartasasmita, Nusron Wahid, dan Poempida Hidayatullah. Mereka mengeluhkan soal pemecatan mereka dari partai beringin karena mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Di hadapan mereka duduk para senior Golkar, seperti Koordinator Keluarga Besar Eksponen Trikarya Golkar, Zainal Bintang; Ketua Umum Kosgoro 57 Agung Laksono; Ketua DPP Kosgoro Leo Nababan; Sekretaris Jenderal Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia Lawrence Siburian; Ketua Angkatan Muda Pembaruan Indonesia Yorrys Raweyai; serta Fahmi Idris dan Rosdinal Salim.
Agus Gumiwang, putra Ginandjar Kartasasmita, menilai surat pemecatan tertanggal 23 Juni itu tak sah. “Pemecatan ini tak didahului dengan mekanisme yang sudah diatur partai,” kata Agus seperti diceritakan Zainal Bintang kepada Tempo. Agus, kata Zainal, juga menuding pengurus pusat di bawah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie telah ingkar janji. Dia mengaku para “pembelot” hanya diminta mundur sebagai pengurus partai. Setelah mundur, surat pencabutan keanggotaan dari partai kuning tetap keluar.
Nusron Wahid menilai pemecatan itu sarat kepentingan. “Kalau memang dipecat karena melawan keputusan partai—Golkar mendukung Prabowo Subianto-Hatta Raj asa– seharusnya tokoh senior juga dipecat,” kata Zainal menceritakan ucapan Nusron. Meskipun meraih suara tertinggi di partainya, kesempatan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor itu kembali ke Senayan bakal menguap.
Setelah itu, gantian Poempida—menantu Fahmi Idris — berkeluh kesah. “Saya juga mengeluhkan soal prosedurnya,” kata Poempida. Zainal mengatakan yang berbicara selanjutnya adalah Agung Laksono. Menurut Zainal, Wakil Ketua Umum Golkar itu menyatakan tak pernah diajak bicara soal pemecatan tiga kader Golkar.
Belakangan, kata Zainal, pembicaraan berlanjut soal legitimasi kepemimpinan Aburizal. Zainal mengklaim mayoritas peserta menilai Aburizal perlu segera dicopot. Caranya, dengan menggelar musyawarah nasional luar biasa paling lambat September mendatang. “Siapa pun presiden yang terpilih, musyawarah luar biasa harus segera digelar,” katanya.
Zainal juga mengklaim ada pandangan dalam pertemuan itu bahwa pemecatan terkait dengan persaingan kursi ketua umum pada musyawarah nasional berikutnya. Sebelumnya, nama Agus Gumiwang sempat muncul sebagai calon ketua umum dari unsur kelompok muda partai. Poempida membantah ada pembicaraan ihwal legitimasi Aburizal. Kalaupun ada, kata Poempida, dia tak mendengarnya. Tapi dia terang-terangan menilai Aburizal telah menghancurkan partai dengan memecat kader muda.
Seusai pertemuan selama satu jam itu, mereka menggelar jumpa pers. Agung Laksono mengatakan akan meminta Aburizal Bakrie menganulir pemecatan para pendukung JokowiKalla. “Pengurus pusat juga harus merehabilitasi nama ketiga kader,” kata Agung. Sedangkan tiga politikus Golkar yang dipecat menyatakan akan mencmpuh jalur hukum untuk membatalkan keputusan partai. “Hak politik kami sudah dilanggar,” kata Nusron.
Situasi panas di Golkar sebenarnya bukan barang baru. Sejak dipimpin Aburizal, beberapa kali letupan kecil atau besar terjadi di partai pemenang kedua pemilu legislatif ini. Semua dimulai sejak Aburizal diputuskan sebagai calon presiden tunggal pada 1 Juli 2012. Tak semua mendukung.
Guncangan terhadap Aburizal juga tak pernah putus hingga pemilu legislatif selesai. Aburizal tak mampu menemukan calon wakil presiden untuk mendampinginya. Sempat merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, lobi Aburizal gagal. Akhirnya dia bergabung dalam barisan pendukung Prabowo. Tapi sebagian memilih mendukung Jokowi yang berpasangan dengan pendahulu Aburizal, Jusuf Kalla.
Pemecatan ini agaknya bakal menjadi perseteruan barn di tubuh Golkar. Toh, sejumlah pengurus Golkar lainnya setuju terhadap pemecatan tersebut. Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung, misalnya, menilai pemecatan itu perlu untuk menegakkan marwah partai.
Apalagi, para pembelot itu tak mengikuti keputusan partai mendukung Prabowo-Hatta. “Sudah sepantasnya Aburizal menegakkan keputusan partai dengan memberikan sanksi,” katanya. Akbar, saat menjabat Ketua Umum Golkar pada 2004, juga memecat sejumlah kader yang menolak mendukung Megawati SoekarnoputriHasyim Muzadi.
Ketua Golkar, Mahyudin, membantah pemecatan tiga koleganya tak sesuai dengan prosedur. Menurut dia, pemberhentian itu telah sesuai dengan anggaran dasar/rumah tangga partai. Dia mempersilakan mereka yang dipecat membela diri.
• IRA GUSLINA SUFA
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s