AS Berbagi Ramadhan


Republika 27 Juni 2014 Page 28, Khazanah Ramadhan oleh C64 Teguh Firmansyah

Kecurigaan terhadap Muslim meningkat.
WASHINGTON — Komunitas Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) berharap, Ramadhan menjadi momentum umat Islam untuk terus meningkatkan kerukunan.
CAIR menyerukan agar seluruh masjid di AS membuka pintu bagi tetangga mereka yang berlatar belakang agama, bangsa, dan negara berbeda ketika waktu berbuka puasa tiba.
“Untuk umat Islam, Ramadhan merupakan waktu pembaharuan spiritual dan rasa syukur atas karunia yang telah diberikan kepada semua manusia,” ujar Nihad Awad, Direktur eksekutif CAIR, seperti dikutip OnIslam, Rabu (251(5).
Program buka puasa bersama ini terinspirasi dari pesan Ramadhan yang menguatkan persatuan dan solidaritas. Tujuannya, untuk berbagi suasana spiritual bulan suci serta meningkatkan pemahaman terhadap Islam di Negara Paman Sam.
“Untuk alasan inilah, CAIR menyampaikan kepada komunitas Muslim di Amerika agar menyempatkan membagi waktu mereka pada Ramadhan untuk mengulurkan tangan kepada tetangga yang berbeda keyakinan,” lanjutnya.
Sebelumnya, CAIR juga telah melakukan kampanye tahunan kepada masyarakat setempat dengan menawarkan warga sekitar menjadi tuan rumah acara buka bersama. Dengan melibatkan agama yang berbeda.
Tema program “Berbagi Ramadhan” yang digagas CAIR tahun ini adalah “Memahami dan Menghargai Satu Sama Lain”.
Selama program tersebut dijalankan, Awad mengatakan, akan membatu masyarakat Muslim lokal untuk mengatur beragam kegiatan “Berbagi Ramadhan”, termasuk kegiatan berbuka puasa bersama.
CAIR juga memberikan buku petunjuk Panduan Berbagi Ramadhan 2014. Buku yang menerangkan tips-tips sukses untuk menyelenggarakan buka puasa bersama dengan warga sekitar.
Di dalamnya, termasuk teknis atau cara mengumumkan kegiatan serta saat penyeleggaraan acara berlangsung. Buku panduan juga berisi sejumlah item, seperti kertas informasi tentang kegiatan tersebut yang dapat dibagikan kepada peserta.
Tak tertinggal pula sebuah ik la n seperti “Welcome to Our Ramadan Fast-Breaking” yang tertera dalam brosurbrosur khusus dan didistribusikan kepada warga atau komunitas sekitar.
“Oleh karena itu, bagi setiap masyarakat yang tertarik mengikuti program Berbagi Ramadhan diharapkan membuat panitia lokal yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan acara terse but,” lanjutnya. Panitia terse- but bertugas untuk mengirimkan undangan ke komunitas-komunitas.
Tidak ada catatan angka resmi tentang jumlah Muslim di Amerika. Tetapi, diyakini terdapat enam hingga delapan juta warga Muslim yang berdiam di Amerika. Pertumbuhan Islam pun bergerak dengan cepat.
Washington Post mengabarkan, Islam merupakan agama terbesar kedua di AS yang penyebarannya sangat pesat. Meski begitu, sebuah laporan CAIR dan Pusat Ras dan Gender dari Universitas California Berkeley mengatakan, Islamfobia atau ketakutan terhadap Islam meningkat di AS.
Survei Gallup menyebut, 43 persen warga Amerika mengaku, memiliki sedikit prasangka kepada Muslim. Media AS mengungkapkan, bagaimana kepolisian New York (NYPD) memata-matai setiap aktivitas Muslim. Kendati, kesatuan mata-mata tersebut telah dibubarkan pada April tahun ini. Survei lain menyebut, pengetahuan masyarakat AS tentang agama Islam masih sangat kurang. c64 ed: teguh firmansyah
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s