Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Menjadi Model Termasuk Tabarruj?

Menjadi Model Termasuk Tabarruj?


Republika 27 Juni 2014 Page 10 Dialog Islam oleh Hafidz Muftisany
Dalam lini kehidupan kita saat ini, menjadi sebuah pemandangan yang mudah ditemui produk-produk yang menampilkan wanita sebagai bintang modelnya. Atau di tengah merebaknya semangat Muslimah berbusana hijab, bermunculan pula pagelaran fashion busana Muslimah. Yang tidak lepas tentunya dari seorang model yang memperagakan busana tersebut di atas catwalk.
Seorang wanita yang menjadikan model sebagai pilihan profesi tentu mesti mencicipi panggung catwalk. Di situlah dia harus berjalan dengan busana pilihan agar khalayak bisa melihat rancangan gaun yang dibuat desainer. Lantas, apakah kehidupan model seperti ini bisa masuk kategori tabarruj?
Pengertian tabarruj adalah berhias dengan memperlihatkan kecantikan dan keindahan tubuh, termasuk wajah. Ibnu Qatadah memperjelas wanita yang jalannya dibuat-buat dan genit. Ibnu Katsir mendefinisikan sebagai wanita yang keluar rumah dengan berjalan di hadapan lakitaki. Yang demikian, ulama tafsir terkemuka ini memaparkan, dekat dengan perbuatan jahiliyah.
Imam Bukhari rnenambahkan bahWa tabarruj adalah tindakan seorang wanita yang menampakkan kecantikannya kepada orang lain yang bukan mahramnya. Larangan berbuat tabarruj sendiri termaktub jelas dalam Alquran surah alAhzab ayat 33. “Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku (tabarruj) seperti orang-orang jahiliyah terdahulu.”
Dalam surah an-Nuur ayat 60, salah satu perbuatan tabarruj , yakni menanggalkan pakaian yang bisa menyingkap aurat. Pakaian yang tipis sehingga terlihat aurat seorang wanita masuk kategori ini. Kemudian, Allah menutup ayat tersebut dengan imbauan, “Berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka…”
Ketua I kadi Prof Ahmad Satori Ismail mengatakan, jika model diniatkan untuk menampilkan kemolekan tubuh maka masuk kategori tabarruj. Terlebih jika ditampilkan di depan orang banyak, termasuk laki-laki di dalamnya.
Jika koleksi baju yang ditampilkan secara jetas memperlihatkan aurat maka tidak boleh. Begitupun juga dengan penampilan busana Mustimah dengan niat memperlihatkan kecantikan dan disaksikan laki-laki maka dilarang.
Untuk kehati-hatian, kata guru besar UIN Syarif Hidayatullah ini, jika mengharuskan ada pengenalan bentuk pakaian Muslimah, hendaknya yang menyaksikan juga hanya wanita. Karena, yang berkepentingan dengan bentuk dan model busana Muslimah yang sesuai syariat hanya wanita. Niatnya pun bukan untuk menampilkan kecantikan tubuh, namun untuk mengenalkan jenis pakaian Muslimah yang sesuai dengan syariat. “Mengenalkan bagaimana model yang syar’i, aman, dan pantas untuk Muslimah. Niatnya mengenatkan saja,” katanya memaparkan.
Terkait profesi model untuk produk-produk, Ustaz Satori menyarankan jikapun membintangi, model tidak boleh menampakkan aurat. “Seperti iklan sampo, usahakan tidak,” ujarnya. lklan-iklan tersebut bisa diakali dengan mengganti model dengan laki-laki. Namun, saat ini didapati banyak model iklan yang justru cenderung membawa orang pada tabarruj.
Kitab an-Nidzom menyebutkan tidak mengapa seorang wanita bekerja sebagai model sebuah produk. Dengan catatan gambar dalam model tersebut tidak mengeksploitasi kemolekan dan kecantikan seorang wanita. Misalnya, wanita menjadi model dengan berperan sebagai ibu yang sedang memasak untuk iklan alat masak atau sedang menjahit untuk iklan peralatan busana. Dengan catatan, tetap harus menutup aurat.
Namun, jika ada unsur mengeksploitasi unsur tubuh dan kecantikan sebaiknya dihindari. Dalam sebuah hadis dari Rafi ibn Rifa’ah, is berkata, “Nabi SAW telah melarang kami dari pekerjaan seorang pelayan wanita, kecuali yang dikerjakan dengan kedua tangannya. Beliau bersabda, ‘Begini (dia kerjakar) dengan jari-jemarinya, seperti membuat roti, memintal, atau menenun.” (HR Ahmad).
Syekh Muhammad Shatih al-Utsaimin bahkan melarang majalah mode dan melarang untuk merpbacanya. Menurut pengarang kitab al-halal wal haram ini, majalah mode mengandung banyak kemadharatan, di antaranya ditampilkannya aurat wanita secara terbuka. Dalam majalah mode sering ditampilkan aurat wanita yang dieksploitasi secara berlebihan. Bahkan jika seseorang yakin dalam selamat dari fitnahnya, jerat-jerat gangguan setan akan senantiasa menggoda untuk mernilih mode busana yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat.

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s