Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Politik dan Pilpres 2014 » Pemecatan Diskriminatif

Pemecatan Diskriminatif


Republika 27 Juni 2014 Page 5 oleh Wahyu Syahputra, Andi Mohammad Ikhbal

Jusuf Kalla menantang DPP Golkar untuk memecat dirinya.
JAKARTA — Pemecatan tiga kader Partai Golkar yang membelot ke kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai diskriminatif. Kuasa hukum ketiga kader, Todung Mulya Lubis, mempertanyakan sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terhadap JK yang menjadi talon wakil presiden (cawapres) mendampingi Jokowi.
Todung mengatakan partai’ tidak pernah menegur JK selaku kader dan mantan ketua umum Partai Golkar yang jelas mendukung Jokowi sejak awal. “Ini sikap diskirminasi. Kami , akan mengirimkan surat (DPP Golkar) untuk koreksi pemecatan karena cacat hukum,” kata Todung, Kamis (26/6).
Menurutnya, pemecatan Agus Gumiwang, Poempida Hidayatullah, dan Nusron Wahid merupakan tindakan partai yang semena-mena terhadap kadernya. Dan partai, is menambahkan, sudah bersikap otoriter terhadap kader. “Yang terjadi ialah otoriter terhadap anggotanya yang setia kepada partai dan kalau semena-mena seperti ini tidak usah ada partai politik,” ujarnya.
Pemecatan itu pun, Todung menambahkan, melanggar peraturan organisasi Golkar dan berimbas pada konsukensi tidak kuatnya hukum pemecatan tersebut. Ia beralasan, seharusnya sebelum melakukan pemecatan, DPP Golkar memberikan surat peringatan terlebih dahulu. Namur, kata Todung, ketiga kader tersebut tidak pernah menerima surat peringatan.
Mantan ketua umum Pengurus Besar Nandlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi menyesalkan pemecatan Nusron Wahid yang juga ketua umum Gerakan Pemuda Ansor itu. Dia memastikan, Nusron meraih suara terbanyak untuk Golkar pada pemilu legislatif lalu. “Suara 243 ribu yang diraih Nusron di dapilnya pasti suara kaum nandiyin. Bagaimana kalau dialihkan ke orang lain?” tanya Hasyim.
Cawapres nomor urut dua Jusuf Kalla (JK) menantang DPP Partai Golkar untuk memberhentikan dirinya sebagai kader partai. Ia justru akan mengambil sikap memecat sejumlah pihak yang hendak mengeluarkannya dari partai tersebut. “Silakan saja kalau Idrus mau pecat saya, nanti kita pecat lagi dia di kepengurusan mendatang,” kata JK sambil tertawa lepas usai mengunjungi makam Tengku Chik Ditiro di Indrapuri, Aceh Besar, Kamis (26/6).
Ia menyatakan, langkah itu justru akan menimbulkan protes keras dari dalam maupun luar partai. Menurutnya, suatu sikap yang wajar jika ada kader yang mendukung mantan ketua umumnya sendiri dan menclak membesarkan partai politik lain.
Namun, JK enggan berkomentar saat diminta menanggapi permintaan sejumlah kader yang imenginginkan dirinya menjabat kembali sebagai ketua umum. JK memastikan, banyak kalangan muda yang mempunyai idelogi Golkar sehingga partai ini tidak lagi berpikiran pragmatis dalam mengambil keputusan.
Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan bahwa pemecatan tiga kader tersebut karena tidak mendukung kebijakan partai untuk memenangkan pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Menurut Idrus, pihaknya telah memberikan peringatan satu hingga dua kali kepada tiga kader tersebut namun tidak digubris sehingga dalam rapat pleno akhirnya diputuskan untuk memecat tiga kader itu. erdy nasrut ed: muhammad fakhruddin
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s