Puasa Nabi Daud


Republika 27 Juni 2014 Page 31 Oleh Asyalaby Ichsan

Reputasi Nabi Daud Alaihissalam (AS) sebagai hamba yang shaleh tetap diakui hingga Rasulullah SAW diutus Allah ke muka bumi.
Begitu juga dengan kisah puasanya yang istiqamah. Puasa ayah Nabi Sulaiman ini diceritakan Rasulullah kepada sahabat Abdullah bin Amr yang kemudian diriwayatkan dalam hadis.
Alkisah, Abdullah merupakan seorang sahabat yang setiap hari tahajud pada malam dan puasa ketika slang. Suatu waktu, Rasulultah pun mene.gurnya dan memerintahkannya untuk berbuka. Rasulullah meminta Abdullah untuk berpuasa tiga hari pada setiap bulan. Abdullah pun berkomentar jika tubuhnya masih bisa bertahan. Nabi kemudian memintanya untuk berpuasa tiga hari setiap minggu. Abdullah kembali mengatakan tetap bertahan.
Setelah itu, Rasulullah pun meminta Abdullah bin Amr untuk berpuasa seperti layaknya Nabi Daud berpuasa. Lantas, Abdullah bertanya bagaimana puasa Nabi Daud? -Beliau sehari berpuasa, sehari tidak,” sabda Nabi.
Shahih Bukhahi Muslim meriwayatkan kisah Abdullah bin Amr tentang puasa Nabi Daud dengan cara yang berbeda. Rasulullah bersabda, jika puasa yang lebih disukai oleh Allah ialah puasa Daud dan shalat yang paling disukai Allah ialah shalat Nabi Daud. Nabi Bani lsrail itu tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya. Nabi Daud puasa sehari dan berbuka satu hari.
Dalam Perjanjian Lamadisebutkan bahwa Nabi Daud berpuasa setama tujuh hari pada waktu putranya sakit keras. Untuk memohon kesembuhan dari Allah bagi putranya itu, dia berpuasa sambil menutup diri datam kamarnya dan terus-menerus menangis karena sedih. Pada hari ketujuh dari puasanya itu, putranya meninggal dunia. Setelah mengetahui itu, dia tidak meneruskan puasanya lagi.
Karena kesalehannya, Nabi Daud AS dikenal salah seorang utusan Allah yang mempunyai kelebihan dibandingkan rasul lainnya. Kelebihan Daud AS, di antaranya, bisa berbicara dan paham bahasa hewan (binatang). Begitu juga burung dan gunung tunduk pada kehendak Daud (alas izin Allah), mereka juga bertasbih bersama Daud (QS Saba: 10).
Selain kemampuan dan kelebihan tersebut, Nabi Daud juga diberikan anugerah oleh Allah berupa kemampuannya menundukkan besi (Saba: 10-11 dan alAnbiya: 80). Besi-besi yang keras itu mampu dilunakkan Nabi Daud untuk membuat berbagai alat kebutuhan hidup serta besi itu dijadikan perisai (pakaian perang).
Sebagai rasul, Nabi Daud pun diberi kitab Zabur. Di dalam Alquran disebutkan, “Dan kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS an-Nisa: 163). Zabur adalah kitab yang sudah populer sebelum Atquran diturunkan. Menurut hadis yang diriwayatkan Ham Ahmad, kitab Zabur itu diturunkan pada Ramadhan, di dalamnya terdapat berbagai macam nasihat, hikmah, dan pelajaran.
Dikisahkan, ketika Nabi Daud membaca kitab Zabur, suaranya begitu indah, maka burung-burung berhenti di udara seraya ikut bertasbih, demikian juga dengan gunung-gunung yang senantiasa bertasbih bersama-sama dengan Daud pada pagi hari dan petang • ed: asyalaby ichsan
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s