Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Media Indonesia » Gusdurian Meradang

Gusdurian Meradang


Media Indonesia 1 Juli 2014 Page 3 oleh HT/AU/P-1

SIMPATISAN Gusdurian menolak penggunaan nama Gus Dur pada alat peraga capres Prabowo Subianto di sejumlah tempat di Kabupaten Semarang.
“Siapa kelompok Gusdurian yang mengaku mendukung Prabowo-Hatta, silakan berhadapan dengan saya,” tegas EM Syukron, salah satu aktivis Gusdurian Kabupaten Semarang, kemarin.
Menurutnya, Gusdurian yang sudah berdiri di hampir seluruh wilayah di Tanah Air tidak akan berpolitik praktis. Ia menegaskan bukan Gusdurian yang ada di belakang pihak yang memasang alat peraga yang mencantumkan gambar Gus Dur.
Menurut Syukron, Gus Dur saat ini masih menjadi figur penting. Karena itu, orangorang yang mencintainya tidak akan menjual foto dan namanya demi suara salah satu pasangan capres.
Karena itu, is meminta pihak-pihak yang memasang alat peraga kampanye bergambar Gus Dur untuk segera melepaskannya. “Pencantuman gambar Gus Dur untuk kepentingan elektoral merupakan tindakan yang tidak pas,” tegasnya.
Dalam pantauan Media Indonesia, alat peraga kampanye milik pasangan PrabowoHatta bergambar Gus Dur masih marak terpasang di sejumlah sudut Kota Ungaran. Salah satu yang terpantau ialah spanduk di pintu gerbang Perumnas Leyangan Damai, Ungaran Timur. Spanduk itu bertuliskan Pemimpin yang Ikhlas pada Rakyat Indonesia itu Prabowo’.
Di Yogyakarta, Panwaslu Kabupaten Sleman membubarkan deklarasi dukungan terhadap pasangan PrabowoHatta, kemarin.
Kegiatan yang diselenggarakan di Bundaran Universitas Gadjah Mada itu, kata anggota Panwaslu Kabupaten Sleman, Karim Mustofa, merupakan kegiatan di luar jadwal kampanye serta tidak berizin.
“Hari ini, Senin (30/6), ialah jadwalnya Jokowi-JK, bukan jadwalnya Prabowo-Hatta Rajasa,” katanya.
Atas tindakan itu, kata Karim, Panwaslu akan menginvestigasinya untuk mencari tabu motif di baliknya. Hal itu diselidiki mengingat kegiatan sejumlah pendukung pasangan Prabowo-Hatta tersebut dilakukan tak jauh dari lokasi kegiatan pendukung Jokowi-JK yang tengah berlangsung di Wisma Kagama.
“Dua kegiatan tersebut hanya berjarak belasan meter. Satu kelompok ialah pendukung Prabowo-Hatta yang ada di luar gedung, sedangkan acara bedah visimisi Jokowi-JK ada di dalam gedung,” terang Karim.
Esty Widjajanti dari tim pemenangan Jokowi-JK sebelumnya memprotes kegiatan tersebut. Namun, sejumlah polisi yang ada di lokasi mengaku tidak bisa membubarkan dengan alasan tidak berhak membubarkan, selain Panwaslu atau Bawaslu.
“Ini jelas melanggar, tapi baik Panwaslu maupun Bawaslu yang kami lapori sejak pagi tidak segera Nadir,” kata Esty. (HT/AU/P-1)
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s