Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Setelah Obor Rakyat, Muncul Tabloid Martabat

Setelah Obor Rakyat, Muncul Tabloid Martabat


Koran Tempo 1 Juli 2014 Page 4 Oleh Firman Hidayat, Febriana Firdaus
SAMARINDA — Menyusul penyebaran tabloid Obor Rakyat di Jawa, di Kalimantan Timur, tepatnya Samarinda, beredar tabloid Martabat yang berisi kampanye hitam terhadap pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sedikitnya dua permukiman di Samarinda telah menerima tabloid setebal 16 halaman itu sejak Jumat pekan lalu.
Seorang warga, ‘Muhammad Yamin, mengaku menerima tabloid bersampul Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak berdampingan dengan Prabowo Subianto itu. Tabloid tersebut dibagi-bagikan oleh dua orang bersepeda motor. “Bukan orang sekitar rumah,” kata Yamin kemarin.
Agak berbeda dengan Obor Rakyat, tabloid Martabat berisi dua figur yang berebut memimpin negeri. Tapi porsi beritanya memojokkan Jokowi. Martabat edisi perdana itu memuat kebocoran anggaran DKI Jakarta masa Gubernur Joko Widodo versi Badan Pemeriksa Keuangan. Di halaman lain, tabloid tanpa alamat redaksi itu menghujat program Revolusi Mental Jokowi.
Adap-un porsi tulisan Prabowo seluruhnya positif. Dari masa kemiliteran, kedisiplinan, hingga program kerja buat wilayah Kalimantan Timur. Gambar Awang Faroek turut tampil dalam sampul dengan program keberhasilannya selama Selain tak mencantumkan alamat redaksi, Martabat tak memasang alamat percetakan. Tabloid ini juga tak menyebutkan penanggung jawab redaksi.
Tim pemenangan JokowiJK di Samarinda, Herwan Susanto, yang juga Ketua DPD Hanura Kalimantan Timur, menyesalkan peredaran tabloid itu. “Kami sudah menyita sekitar 200 eksemplar. Informasi yang kami terima, ada seribuan yang sudah tersebar di Samarinda dan Kutai Kartanegara,” kata dia kemarin. Pihaknya akan melaporkan kampanye hitam lewat tabloid ini  kepada Bawaslu.
Ketua harian tim pemenangan Prabowo SubiantoHatta Rajasa Kalimantan Timur, Ipong Muchlisoni, membantah pihaknya andil dalam peredaran Martabat. “Saya belum pernah membacanya,” ujar, dia saat dihubungi Tempo kemarin.
Bukan cuma lewat tabloid, serangan kampanye hitam juga beredar di media social. Pekan lalu, misalnya, ada tudingan yang mengaitkan program Revolusi Mental Jokowi-JK dengan paham komunisme.
Sekretaris tim pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, dalam tweet-nya menulis, “Indonesia tak ada hub dg NAZI, yg ada dg komunis. Nah `Revolusi Mental’ punya akar kuat tradisi paham komunis.”
Joko Widodo menj awab tudingan itu dengan mengatakan, “Kita sekarang mengalami kebobrokan mental, sehingga perlu `revolusi mental’,” ujarnya di Bandara Abdul Rachman Saleh, Madiun, Jumat pekan lalu. • FIRMAN HIDAYAT I FEBRIANA FIRDAUS
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s