Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Hatta di Sorot Soal Kereta Hingga Minyak

Hatta di Sorot Soal Kereta Hingga Minyak


Koran Tempo 2 Juli 2014 Frontpage | Oleh Ferdinand Hutahaean, Koordinator SKK Migas

Kasus korupsi kereta rel listrik bekas belum dihentikan KPK.
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Zulkarnain, mengatakan pihaknya masih mengusut kasus korupsi pengadaan kereta rel listrik hibah dari Jepang. Kasus ini diduga melibatkan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, yang kini maju sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden Prabowo Subianto. Dalam kasus ini Hatta masih sebagai saksi. Tapi, “Saat ini KPK belum menyatakan berhenti mengusut kasus tersebut,” ujarnya kepada Tempo kemarin.
Komisi, kata dia, masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Bahkan KPK hingga kini belum menyimpulkan kasus tersebut tak bisa dikembangkan. “Sejumlah orang terkait berarti masih berstatus sebagai saksi, termasuk orang yang Anda tanyakan (Hatta Rajasa),” kata Zulkarnain kepada Temp kemarin.
KPK telah memeriksa Hatta sebagai saksi sewaktu menjabat Menteri Perhubungan periode 2004-2007. Kasus ini merugikan negara Rp 16 miliar. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah memvonis mantan Direktur Jenderal Perkeretaapian Soemino Eko Saputro 3 tahun penjara pada 2011.
Tuntutan agar KPK memeriksa kernbali keterlibatan Hatta dalam kasus tersebut disuarakan massa Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI). Kelompok ini menggelar unjuk rasa pada pekan lalu di halaman KPK agar kembali membuka kasus korupsi tersebut.
Koordinator Aksi, Alfin, mengatakan keterlibatan Hatta dalam kasus korupsi kereta bekas sangat telak. Sebab, kata dia, dalam persidangan terdakwa Soemino beberapa waktu yang lalu, Hatta disebut terlibat dalam kasus tersebut. “Tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” ujarnya.
Selain kasus kereta hibah, Hatta dilaporkan oleh kelompok yang menamakan diri Solidaritas Kerakyatan Khusus Migas (SKK Migas) ke KPK. Menurut SKK Migas, Hatta diduga terlibat dalam kasus impor minyak mentah dan bahan bakar minyak.
Menurut Koordinator SKK Migas Ferdinand Hutahaean, Hatta sewaktu menjabat Menteri Koordinator berkuasa penuh untuk mengatur PT Pertamina dan anak perusahaannya, PT Petral, dalam pengadaan impor minyak. “Hatta dengan kewenangannya menghambat pembentukan kilang minyak, menurunkan produksi minyak mentah, sehingga ada celah impor lebih besar,” ujarnya kepada Tempo.
Ihwal pelaporan keterlibatan Hatta dalam kasus impor minyak, menurut Zulkarnain, status laporan tersebut masih di Bagian Pengaduan Masyarakat KPK. Dia menjelaskan, Komisi akan menelaah pelaporan tersebut. “Tentu bisa dilanjutkan jika pelaporan itu memenuhi syarat,” ujarnya.
Ketika dimintai konfirmasi ihwal dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi, Hatta Rajasa menolak memberi penjelasan. “Sudahlah,” kata Hatta ketika menghadiri acara Kebangsaan Tionghoa Indonesia di sebuah restoran di Ancol, Jakarta, kemarin.
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s