Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Hatta Dituding Terkait Kasus Kereta Listrik

Hatta Dituding Terkait Kasus Kereta Listrik


Koran Tempo 2 Juli 2014 Page 4 | Oleh Nur Alfiyah
JAKARTA — Keterlibatan calon wakil presiden Hatta Rajasa dalam proyek pengadaan kereta rel listrik kembali diungkit. Hatta—ketika itu menjabat Menteri Perhubungan— dituding tersangkut korupsi proyek pengangkutan 60 unit kereta rel listrik hibah dari Jepang pada 2005-2007. Ketua Forum Masyarakat Antikorupsi Nusantara, Syafti Hidayat, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi segera memeriksa Hatta dalam proyek yang diduga merugikan negara hingga Rp 20,5 miliar itu.
Menurut Syafti, kasus kereta rel listrik sudah dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi sejak dua tahun lalu. Forum yang diketuainya pun telah beberapa kali menggelar demonstrasi di depan gedung Komisi. Syafti mengatakan desakan pemeriksaan itu tak ada hubungannya dengan pencalonan Hatta sebagai wakil presiden. Menurut dia, semua orang harus diperlakukan sama di depan hukum. “Kalau penegakan hukum, jangan tebang pilih,” katanya ketika dihubungi kemarin.
Hatta disebut dalam surat dakwaan bekas Direktur Jenderal Perkeretaapian Soemino Eko Saputro di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, September 2011. Menurut jaksa, sewaktu menjabat Menteri Perhubungan, Hatta memerintahkan Soemino mencari kereta rel listrik bekas ke Jepang. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta untuk Soemino. Komisi antirasuah telah memeriksa Hatta dalam kaitan kasus Hatta tak menjawab ketika wartawan mencecarnya dengan pertanyaan seputar kasus kereta. Kepada Tempo pada April 2011, Hatta pernah menyangkal keterlibatannya dalam kasus kereta. Ia mengatakan justru menyetop proyek ketika mulai tercium ada kejanggalan. Dia mengatakan tak pernah memerintahkan Soemino. “Enggak betul. Wong Dirjen masak diperintah seperti itu. Enggak betul. Saya masih cukup waras untuk memerintahkan orang.”
Ketua Dewan Pengurus Pusat PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan kereta listrik merupakan isu lama yang diulang menjelang pemilihan presiden. Menurut dia, kasus kereta api bekas dari Jepang ini selesai karena sudah ada yang dihukum. “Kalau ada pernyataan atau demonstrasi seperti itu dalam era demokrasi, biasa saja, tapi jangan dimuati dengan motif politik,” kata Viva.
Viva mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi dan kepolisian menyelidiki kasus yang dituduhkan kepada Hatta. Namun, kata dia, asumsi politik tak bisa digunakan sebagai dasar proses hukum.”Semuanya dalam rangka pembunuhan karakter.” • NUR ALFIYAH
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s