Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Politik dan Pilpres 2014 » Kampanye Mulai tak Sehat

Kampanye Mulai tak Sehat


Republika 2 Juli 2014 Page 4 oleh Ira Sasmita

Bawaslu meminta kandidat berkampanye dengan etis jelang pemungutan suara.
JAKARTA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai kampanye calon presiden dan calon wakil presiden 2014 mulai tidak séhat dan cenderung memecah belah masyarakat di level akar rumput. Karena itu, Bawaslu mengirim surat kepada masing-masing capres-cawapres agar melakukan kampanye dengan etis menjelang pemungutan suara pada 9 Juli 2014 nanti.
Komisioner Bawaslu Nasrullah mengatakan, Bawaslu akan mengirimkan surat kepada dua pasangan calon agar lebih memperhatikan persoalan kampanye yang sudah mengarah tidak sehat. “Kami meminta dua pasang calon dan tim kampanye dan relawan menghindari yang bisa memecah belah bangsa ini,” kata dia, Selasa (1/7).
Dua pasangan calon yani berlaga pada Pilpres 2014 yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Nasrullah, meski dikirimkan kepada pasangan capres dan cawapres, imbauan tersebut juga diharapk disampaikan kepada lingkaran elite pendukung, terutama tim sukses, tim kampanye, dan kelompok pemenangan masing-masing capres.
Sebab, kata Nasrullah, masyarakat saat ini hanya dipertontonkan konflik dan saling serang antarkandidat. Masyarakat akar rumput tidak disuguhkan kampanye positif dengan mengedepankan visi dan misi pembangunan bangsa.
Sebaliknya, pertarungan elite di tingkat atas menjadi konsumsi masyarakat setiap hari. “Kalau di wilayah elite mempertontonkan hal negatif, percayalah, masyarakat pun tidak akan bersimpati,” kata Nasrullah.
Karena itu, Bawaslu mengharapkan kedua pasang calon beserta tim melakukan introspeksi selama sisa waktu menjelang pencoblosan dan mulai memperbaiki materi kampanye. Tim, kata dia, juga harus mengurangi saling tuding dan saling serang antarelite serta mengedepankan pertarungan ide untuk meyakinkan masyarakat memberikan hak pilihnya pada 9 Juli nanti.
Apalagi, kedua kandidat masih akan melakukan debat capres terakhir pada Sabtu (5/7) akhir pekan ini. Jadwal tersebut batal dimajukan untuk mengakomodasi permintaan pemilih di luar negeri supaya dapat mengikuti rangkaian debat sebelum pemungutan suara.
Komisioner KPU.Pusat Sigit Pamungkas mengatakan, pemilih di luar negeri dah menentukan pilihannya sebelum mungutan suara sebelum debat terakhir. “Sampai saat ini kami masih dalam konsep debat secara pasangan berlangsung pada 5 Juli,” kata dia.
Sigit berharap pemilih di luar negeri sudah bisa memutbskan pilihannya dengan empat kali debat saja. Pelaksanaan pemungutan suara di luar negeri berlangsung lebih cepat dari di dalam negeri, yaitu selama periode 4-6 Juli, bergantung pada kondisi di masing-masing negara.
Awalnya, KPU ingin memajukan jadwal debat terakhir menjadi 3 Juli supaya pemilih di luar negeri dapat mengikuti seluruh rangkaian debat sebagai tahapan kampanye pemilu presiden dan wakil presiden 2014. “Mereka (pemilih di luar negeri) memang menyampaikan aspirasi bahwa mereka ingin menyaksikan debat yang terakhir, karena tanggal 5 Juli itu mereka sudah memilih,” ujar dia.
Debat terakhir pasangan capres dengan cawapres yang akan diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, mengusung tema “Pangan, Energi, dan Lingkungan”. Terkait moderator debat, KPU seperti sebelumnya telah menyodorkan sejumlah nama kandidat yang ahli di bidangnya.
Dari nama-nama yang disiapkan KPU tersebut, kedua tim sukses akan tiga nama. Kemudian, dari tiga nama. Kemudian dari tiga nama itu akan dipilih satu nama yang sama-sama dipilih kedua tim sukses.
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s