Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Negara Ditaksir Rugi Rp 108 Miliar Per Hari

Negara Ditaksir Rugi Rp 108 Miliar Per Hari


Koran Tempo 2 Juli 2014 Page 4 | Oleh Ali Nur Yasin
Pertamina mampu mengimpor minyak tanpa broker.
Ali nur yasin
JAKARTA — Peranan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam kasus impor minyak diungkap kelompok yang menamakan diri Solidaritas Kerakyatan Khusus Migas (SKK Migas). Hatta ditengarai memiliki peran dominan dalam mengatur impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) yang merugikan negara sekitar Rp 108 miliar per hari.
Dalam laporannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Koordinator SKK Migas Ferdinand Hutahaean mengatakan Hatta diduga sangat berkuasa mengatur PT Pertamina dan anak usahanya, dalam pengadaan impor. Sebagai Menteri Koordinator, Hatta juga dituding menghambat pembangunan kilang minyak di Indonesia. “Akibatnya, celah impor minyak semakin besar setiap hari,” ujarnya kepada Tempo.
Menurut Ferdinand, dalam kasus ini, Hatta diduga berkolaborasi dengan importir minyak. Pertamina dan anak usahanya, kata Ferdinand, seharusnya bisa mengimpor langsung tanpa melalui perusahaan perantara. Akibat impor melalui perantara ini, kerugian negara dari impor minyak sekitar US$ 10 per barel. Angka ini adalah hasil mark-up rata-rata harga pembelian dari pemasok ke Pertamina.
“Kebutuhan impor setiap hari sekitar 900 ribu barel. Jika harga cligelembungkan sekitar US$, 10 per barel, kerugian negara mencapai US$ 9 juta atau sekitar Rp 108 miliar per hari,” kata Ferdinand.
Dalam debat calon wakil presiden pada pekan lalu, Jusuf Kalla mempertanyakan coal kebocoran Rp 1.000 triliun yang dilontarkan calon presiden Prabowo Subianto. “Kalau kebocoran itu apakah karena mafia minyak, daging, atau gula,” kata Kalla kepada lawannya, Hatta Rajasa.
Ketika itu, Hatta mempersilakan KPK mengusut segala bentuk praktek korupsi, termasuk mafia pengadaan minyak impor ke Pertamina. “Apo pun yang namanya mafia, adalah tindak kejahatan. Serahkan kepada penegak hukum dan KPK untuk bertindak,” ujarnya.
Menurut Hatta, selama ini pemerintah sudah sangat berhatihati dalam mencegah munculnya praktek-praktek mafia pangan dan energi. Potensi kejahatan di berbagai bidang, kata dia, masih mungkin terjadi. Karena itu, dia mempersilakari penegak hukum memberantas segala bentuk kejahatan di sektor energi dan pangan.
Juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan laporan SKK Migas akan ditelaah terlebih dulu. “Tapi dilihat dulu laporannya valid atau tidak,” ujarnya. Menurut dia, seluruh laporan dari masyarakat hams melalui proses itu. “Tidak bisa serta-merta disimpulkan.”
Pengamat energi dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies, Kurtubi, mengungkapkan, pemerintah mampu menghemat anggaran impor minyak sekitar Rp 25-50 triliun per tahun jika mafia minyak diberantas. “Mafia minyak itu berupa pihak ketiga, seperti broker dan lainnya,” kata dia saat dihubungi Tempo, kemarin.
Menurut dia,pengimpor minyak saat ini dinilai tidak efisien karena melewati pihak ketiga. Pihak ketiga atau trader ini sering diidentifikasi sebagai bagian dari mafia migas. “Mengimpor migas dari pihak ketiga yang bukan produsen, pasti merugikan,” katanya. Padahal Pertamina dianggap mampu menjalie kerja sama langsung dengan pemilik kilang tanpa hams melalui pihak ketiga. “Bisa cheek di Pertamina, selama ini pengiriman minyak mentah dan BBM ke Indonesia dari siapa saj a,” kata Kurtubi. • LINDA TRIANITh I PERSIANA GAUH
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s