Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Politik dan Pilpres 2014 » Surat Terbuka untuk Para Capres

Surat Terbuka untuk Para Capres

Republika 3 Juli 2014 Page 5 Oleh Erik Purnama Putra

Jelang pemilihan presiden, marak surat terbuka yang ditujukan kepada calon presiden. Setelah beredarnya surat terbuka dari putri Amien Rais, Tasniem Fauziah, untuk calon presiden nomor urut dua, Joke Widodo (Jokowi), kini giliran rohaniawan katolik Romo Franz Magnis Suseno.

Dalam suratnya, Tasniem mempertanyakan mengapa Jokowi yang dihormatinya begitu dipuja-puja Amerika Serikat. Tiba-tiba saja, kata dia, Jokowi dimuat di majalah Fortune. Karena itu, ia mempertanyakan bagaimana nantinya Jokowi bisa duduk berdiplomasi dengan petinggi Negeri Paman Sam itu.

Dalam tulisannya, dia juga mengutip pesan founding father kepada semua bangsa Indonesia, “Ingatlah … ingatlah … ingat pesanku lagi: jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicaci maki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja puja asing, karena ia akan memperdayaimu,” tulis Tasniem.

Nyatanya, tulisan putri keempat Amien itu mendapat banyak komentar negatif di media sosial dari para pendukung Jokowi. Hal itu terlihat dari foto profil pemberi komentar yang rata-rata bergambar angka dua dengan warna merah di sebelahnya. Bahkan, tidak sedikit yang mencaci maki ayah Tasniem gara-gara ia menulis surat kepada capres yang diusung PDI Perjuangan itu.

Berbeda dengan Tasniem, surat terbuka yang ditulis Franz Magnis cenderung bernuansa sara. Surat yang ditujukan kepada pendukung Jokowi itu berisi alasan untuk tidak memilih pasangan nomor urut satu PrabowoHatta pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang.

Datam tulisan tersebut, Magnis mengungkapkan khawatirannya jika pasangan Prabowo-Hatta menang menjadi presiden. “Yang bikin saya khawatir adalah lingkungannya. Kok, Prabowo sekarang sepertinya menjadi tumpuan pihak Islam garis keras. Seakan-akan apa yang sampai sekarang tidak berhasil mereka peroleh, mereka harapkan bisa berhasil diperoleh andaikata saja Prabowo menjadi presiden,” tulisnya.

Kontan saja, tulisan tersebut menjadi ramai dibahas di media sosial. Terlebih, tutisan tersebut disebarkan di saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Magnis pun memberikan Marifikasi atas tutisannya yang kini tersebar luas di berbagai media internet. Magnis mengatakan, tulisan itu merupakan wujud rasa kagetnya karena Prabowo kini semakin dijunjung oleh orang-orang Islam garis keras. Saat ditanya siapa yang dimaksud dengan Islam garis keras, Magnis enggan untuk menjawab pertanyaan tersebut. “Saya tidak suka menjawab pertanyaan tentang ini,” katanya, Rabu (2/7).

Menurut Magnis, yang dia maksud Islam garis keras adalah orang-orang atau pihak yang mengibaratkan pemilihan presiden (pilpres) sebagai perang badar atau perang suci. “Yang memakai istilah seperti perang badar, perang melawan kafir,” ujar dia menyindir pernyataan Amien Rais beberapa waktu lalu.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Tengku Zulkarnain menegaskan, pernyataan Romo Franz Magnis-Suseno salah besar terkait Islam garis keras di kubu capres-cawapres nomor urut satu, Prabowo Subianto-Muhammad Hatta Rajasa. “Siapa yang dimaksud dengan Islam garis keras itu? Apakah Amien Rais? Amien Rais itu getar doktornya didapat di Amerika Serikat (AS). Jadi, tidak mungkin Islam garis keras,” ujar Tengku.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan, tuduhan Magniz tentang Islam garis keras tersebut tidak berdasar. “Islam di Indonesia adalah Islam tawasuth, Islam yang moderat.” kata Amirsyah. ■ c92/c83/c57

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s