Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Bisnis Indonesia » Tabloid Obor Rakyat : Penuntasan Kasus Dipercepat

Tabloid Obor Rakyat : Penuntasan Kasus Dipercepat

Bisnis Indonesia 3 Juli 2014 Page 12 oleh Annisa Sulistyo Rini, Tegar Arief Fadly
JAKARTA—Sejumlah elemen sukarelawan Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat dengar pendapat dengan Bareskrim Mabes Polri terkait penuntasan kasus kampanye hitam yang dilakukan tabloid Obor Rakyat terhadap Jokowi.
Sukarelawan yang terdiri atas Aliansi Nasional Nandhliyin (ANN), Sahabat Nusantara, Laskar Rakyat Jokowi, Gerakan Kebangsaan, serta Forum Alumni UI Jakarta itu, diterima langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirpidum) Mabes Polri Brigjen Hery Prastowo.
Dalam rapat dengar pendapat itu Bareskrim telah menyepakati akan mempercepat proses penyidikan, setelah munculnya dugaan keterlibatan sejumlah nama sebagai penyandang dana tabloid tersebut.
“Memang akan dilakukan percepatan penyidikan. Insya Allah setelab beberapa saksi dipanggil dan memberikan keterangan,” kata juru bicara sukarelawan, Riano Oscha, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/7).
Sementara itu, Anggota Gerakan Kebangsaan, Ananda M. Latip, menambahkan nantinya ada permintaan keterangan saksi ahli oleh petugas kepolisian untuk menggali kebenaran berita dalam tabloid tersebut.
Saksi ahli yang akan dimintai keterangan salah satunya adalah ahli bahasa. Tidak tertutup kemungkinan, kata dia, tim dari Jokowi juga mengusulkan saksi ahli sendiri guna dimintai keterangan oleh polisi.
“Kami kalau memang bisa merekomendasikan saksi-saksi ahli ya boleh-boleh saja. Mungkin setelah ini kami akan bicarakan dengan Tim Pak Jokowi untuk pengadaan saksi ahli,” katanya.
Mereka menargetkan Bareskrim Mabes Polri harus bisa menuntaskan kasus tersebut sebelum pelaksanaan Pemilu Presiden 9 Juli nanti. “Intinya kami meminta sebelum 9 Juli pemilu kasus ini sudah jelas, siapa pelaku yang bisa dijadikan tersangka,” ujarnya.
Riano Oscha mengatakan berdasarkan pemberitaan di berbagai media yang menuliskan seorang importir minyak menjadi penyandang dana di tabloid tersebut, dengan melibatkan seorang jurnalis senior Muchlis Hasyim.
Importir minyak itu diduga teman dekat Hatta sejak masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Sementara Muchlis adalah salah satu tim pemenangan Prabowo SubiantoHatta Rajasa.
Sementara penanggung jawab redaksi tabloid Obor Rakyat adalah Darmawan Sepriyossa dan Setyardi Budiono, yang juga asisten staf khusus kepresidenan, Velix Wanggai. Anehnya, Setyardi sendiri tidik-mendapattden sanksi dan tempat dia bekerja.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tidak tahu menahu mengenai kabar tabloid Obor Rakyat yang mendiskreditkan Jokowi awalnya untuk menaikkan popularitas Hatta Rajasa.
“Tidak tahu saya masalah itu. Yang ngurusin masalah seperti itu bukan tim kampanye nasional, sudah ada yang memproses. Kami kampanye positif aja, enggak ada kampanye hitam. Kritik terang-terangan aja, enggak perlu pakai lain-lain,” kata Fadli di Jakarta, Selasa (1/7).
Ketika dimintai konfirmasi mengenai kedekatan Hatta dengan pengusaha minyak tersebut, Fadli malah menuding pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan titipan yang akan digunakan untuk kampanye hitam.
Namur, setelah dijelaskan tujuan pertanyaan Bisnis untuk mengklarifikasi berita di Media Indonesia, Fadli menjawab tidak perlu dipermasalahkan kedekatan Hatta dengan siapapun, termasuk pengusaha. (Annisa Sulistyo Rini/Teqar Arief Fadly)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s