Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Media Indonesia » Aktivis Korban Penculikan 98 Berharap pada Jokowi-JK

Aktivis Korban Penculikan 98 Berharap pada Jokowi-JK

Media Indonesia 5 Juli 2014 Page 5 oleh Cah/P-3

SEJUMLAH aktivis korban penculikan 1998 menaruh harapan penyelesaian kasus itu kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JokowiJK). Para aktivis, antara lain Mugiyanto, Raharja Waluya Jati, Faisol Riza, Nezar Patria, dan Aan Rusdianto, itu meminta kejelasan nasib 13 rekan mereka yang hilang dan hingga kini tidak diketahui rimbanya.

Harapan tersebut disampaikan melalui surat terbuka kepada Jokowi-JK. “Sengaja kami berkirim surat ini kepada Jokowi-JK karena keduanya bukanlah bagian dari pelaku kejahatan politik di masa lalu. Jokowi anak kandung reformasi yang memiliki tekad dan semangat sama dengan kami,” ujar Raharja Waluya Jati saat membacakan surat itu di Jakarta, kemarin.

Dalam surat itu, mereka mengatakan Jokowi-JK merupakan jalan keluar dari penantian panjang penyelesaian kasus 98 yang selama ini sengaja ditutup-tutupi aparat negara. Padahal, sudah ada rekomendasi DPR tentang penuntasan kasus tersebut.

Mereka berharap pasangan nomor urut dua itu menjalankan rekomendasi DPR pada 15 September 2009 yang meminta presiden untuk membentuk pengadilan ad hoc HAM untuk mengadili para penculik aktivis 98.

“Kami dan para keluarga korban ingin menyaksikan bangsa ini berkembang sebagai bangsa yang beradab dan sejahtera tanpa utang sejarah kejahatan kemanusiaan masa lalu,” tutur Jati.

Menurutnya, para aktivis dan keluarga korban percaya Jokowi-JK bisa menjadi jalan keluar bagi masalah itu sehingga ke depan bangsa ini tidak lagi tersandera oleh sekat-sekat kecurigaan dan saling menyalahkan.

Mereka memilih Jokowi-JK, kata Jati, karena pasangan nomor unit 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dinilai tidak akan mampu mengungkap kasus itu. “Kalau Prabolivo jadi (presiden), akan menjadi semakin jauh (penyelesaian kasus itu),” ujarnya.

Jati yang sempat menjadi korban penculikan pada 1998 menilai Prabowo stint menyelesaikan kasus itu karena yang bersangkutan menjadi bagian dari ma salah tersebut. Apalagi, Partai. Gerindra secara terang-te rangan menolak pembentulmn pengadilan ad hoc HAM.

Di samping itu, Prabowo juga dinilai telah banyak membuang kesempatan untuk mengl(larifikasi keterlibatannya dalam kasus itu. Padahal, pengakuan Prabowo perming untuk mengungkap keberadaan para korban.

“Kalau ditanya kenapa percaya pada Jokowi-JK dalam menyelesai kan kasus itu, karena karni melihat profil political leader keduanya. Jokowi punya kemampuan merangkul masyarakat,” ujar Jati.

Di samping itu, JK sebagai pendamping Jokowi punya pengalaman memadai dalam menyelesaikan masalah pelanggar an HAM. “JK cukup prakt is menyelesaikan persoalan. Track record-nya jelas dalarn kasus Poso dan Aceh hingga mampu membawa kes’epakatan damai,” paparnya.

Fakta than alasan itulah yang mernbuat mereka berketetapa n hati untuk menaruh hairapan besar pada Jokowi-JK. “Kami menyerahkan k epercayaan secara utuh kepada Jokowi-JK untuk menemukan titik terang keberadaan sahabat kami Widji Tukul dick. Kami akan tetap dorong proses ini hingga tuntag.” (Cah/P-3)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s