Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Khotbah Jumat Berbau Kampanye Marak

Khotbah Jumat Berbau Kampanye Marak


Koran Tempo 5 Juli 2014 Page 9 oleh Ekko Ari Wibowo

Abdul Malik mengklaim tak pernah menyebut nama capres.
YOGYAKARTA — Akademikus Universitas Gadjah Mada mengkritik maraknya materi khotbah Jumat yang berbau kampanye di Masjid Kampus UGM, kemarin. Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Ahmad Amin, mengatakan ada sejumlah kalimat yang menyiratkan ada anjuran memilih salah satu calon presiden. “Di awal-awal khotbah, materinya masih bagus, tapi di akhir kok makin mengarah,” kata Amin kepada Tempo setelah menunaikan salat Jumat, kemarin.
Amin tidak mempermasalahkan kampanye untuk mendorong salah satu calon presiden. Tapi dia menyesalkan wacana seperti itu muncul di materi khotbah Jumat. “Apalagi ini masjid kampus, sudah melanggar dua pasal (larangan kampanye di tempat ibadah dan lembaga pendidikan),” kata dia.
Materi khotbah yang didengar oleh Amin memang tidak secara eksplisit menyebut nama Prabowo. Tapi, menurut dia, ada sejumlah kalimat dari khotib yang mengarah pada materi kampanye. “Di akhir khotbah, khotib menyatakan (patih Majapahit) Gadjah Mada mampu mempersatukan Nusantara, dan dia tidak beristri,” kata Amin.
Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, Zainurrahman, yang juga menjalankan salat Jumat di Masjid UGM, menganggap ada materi khotbah yang berbau kampanye. Dia mencontohkan, khotib saat itu sempat menyatakan tulisan Frans Magnis Suseno merupakan bentuk ketakutan pada kebangkitan umat Islam. “Semua tahu, baru-baru ini Romo Magnis menulis surat terbuka yang menolak pencalonan Prabowo,” kata Zainurrahman.
Romo Magnis memang mempublikasikan surat terbuka di media sosial yang isinya menyatakan dia tidak akan memilih Prabowo Subianto dalam pemilu presiden.
Khotib salat Jumat di Masjid Kampus UGM, Abdul Malik Usman, membantah anggapan bahwa materi khotbahnya berbau kampanye. Dia mengaku paham forum ibadah tidak boleh menjadi ajang kampanye.”Penafsiran orang bisa macam-macam, tapi saya tidak bermaksud kampanye dan tidak menyebut secara eksplisit nama calon mana ptin,” kata dia.
Tempo berupaya meminta konfirmasi dugaan kampanye ini kepada Ketua Badan Pengawas Pemilu DIY, Muhammad Najib. Namun Najib belum menjawab karena sedang mengikuti sebuah acara.
Khotbah salat Jumat berbau kampanye pernah terjadi di Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, 20 Juni lalu. Saat itu, Lukmanul Hakim menyandingkan Nabi Muhammad SAW dengan calon presiden Prabowo Subianto.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Lumajang, Suharyo A.P., mengingatkan jemaah salat Jumat untuk saling menjaga lisannya selama menjalankan ibadah puasa di tengah ingar-bingar politik. Salah satunya, melakukan fitnah. • ADDI MAWAHIBUN IDHOM I DAVID PRIYASIDHARTA
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s