Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Indopos » Menakar Kepribadian Capres Cawapres 2014 : Prabowo Ambisius, Jokowi Pekerja Keras

Menakar Kepribadian Capres Cawapres 2014 : Prabowo Ambisius, Jokowi Pekerja Keras

Indopos 5 Juli 2014 Page 3 oleh Prof. Dr. Hamdi Muluk

SEBANGKAIAN kampanye dan debat calon presiden yang dilakukan oleh KPU, memberikan perspektif baru dalarn menilai kedua kandidat Calon Presiden. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, publik dapat menilai lebih jauh kesiapan dan kualitas masing-masing kandidat untuk memimpin Indonesia hingga lima tahun ke depan, Namun demikian, belum ditemukan informasi kepribadian para kandidat yang cukup. Padahal, aspek kepribadian dalarn kajian-kajian Psikologi Politik secara rneyakinkan mampu memprediksi perilaku politik calon pemimpin. Katakanlah misalnya bagaimana sang pemimpin menjalin hubungan dengan menteri-menteri di kabinet, bagaimana corak kebijakan publik dan internasional yang akan diambil, atau bagaimana ia akan menyelesaikan berbagai potensi konflik yang muncul pada masa pemerintahannya.

Bergerak dari pentingnya peran aspek kepribadian dalam pengambilan keputusan seorang pemilih, Laboratorium Psikologi Politik Fakultas Psikologi UI bekerja sama dengan Ikatan Psikologi Klinis Indonesia, Ikatan Psikologi Sosial Indonesia, dan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran, melakukan tiga rangkaian studi: (1) Surveike 204 psikolog untuk menilai aspek kepribadian, (2) Analisis psikobiografi, dan (3) Analisis pidato dan wawancara kandidat di berbagai media. Ketiga metode ini lazim disebut dengan menakar aspek kepribadian dari jauh (psychological at distauce).

Prabowo Subianto: Sosok yang Ambisius, Tegas, dan Berani

Minat Prabowo Subianto terhadap dunia militer sudah terlihat sejak kecil, tidak heran pada akhimya dia memilih rnasuk Akademi Militer. Dan remaja pun kegemarannya membaca buku-buku tentang tokoh-tokoh dunia, terutama tokoh militer. Penstiwa gugurnya kedua pamannya di medan perjungan sangat membekas bagi diri Prabowo. Tidak mengherankan apabila di kemudian hari apabila semangat heroisme militer mendarah daging di dalam dirinya.

Analisa komprehensif berdasarkan hasil survey dengan responden psikolog, analisa psikobiografi, wawancara di media, dan pidato, mental menjukkan beberapa hal yang menonjol dari Prabowo antara lain adalah keinginannya untuk berprestasi yang tinggi (M=7.41) sehingga dia akan gigih memperjuangkan apa yang menjadi cita-citanya, akan tetapi hal ini juga menyebabkan Prabowo menjadi orang yang terlihat ambisius. Dia akan mencoba berbagai macam cara untuk dapat mencapai apa yang menjadi keinginanya tersebut. Mengandalkan kerja fisik, disiplin ketat, tegas, berkemauan keras serta berkeinginan untuk mengembalikan kejayaan masa lalu adalah ciri-ciri lain yang menonjol dari Prabowo. Motivasi untuk berkuasa juga tergolong tinggi (M=8.64), sehingga ketika menjadi seorang pemimpin dia akan cenderung memiliki gaya kepentimpinan yang otoriter (N=76%).

Hatta Rajasa: Sosok Tenang, Cerdas, dan Oportunis

Hatta merupakan anak kedua dari dua bolas bersaudara, merupakan anak laki-laki pertama di dalam keluarganya sehingga sering diberi tanggung jawab yang lebih oleh orangtuanya. Misalnya dia selalu ditugaskan untuk mengambil beras jatah dari kantor tempat ayahnya bekerja, yang beratnya bisa mencapai puluhan kilogram. Kedekatan Hatta dengan ibunya sangat tinggi. Ketika kecil ibunya selalu menceritakan dongeng-dongeng yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan, misalnya tentang keberanian dan kesetiakawanan. Walaupun sangat dekat dengan ibunya akan tetapi Hatta merupakan pribadi mandiri, pekerja keras, dan ulet.

Beberapa prediksi kondisi psikologis dari Hatta yang dapat dipotret adalah dinilai sebagai pribadi yang tenang, cerdas, hati-hati namun demikian dianggap oportunis dan ambisius sehingga diprediksi dalam mengambil kebijakan akan cenderung kompromis. Hal ini diprediksi akan berpengaruh juga ke kebijakan pemberantasan korupsi semisal melibatkan partai pendukung (N=63%). Hatta juga dianggap rentan mengalami skandal politic (M=6,42).

Joko Widodo: Pekerja Keras, Sederhana, dan Jujur

Jokowi, berasal dari keluarga yang tidak berkecukupan. Pengalaman masa kecil tersebut menjadikan ia tumbuh menjadi sosok yang sederhana. Jokowi kurang terlihat memiliki ambisi berkuasa yang tinggi karena pada awalnya ia hanyalah seorang pengusaha mebel di Solo. Namun, setelah mendapat dukungan dari rekan-rekan sesama pengusaha, barulah memutuskan untuk maju sebagai Walikota Solo. Hasil survei yang telah dilakukan mendukung penilaian ini. Responden menilai Jokowi memiliki motivasi berkuasa paling kecil dibandingkan kandidat lain (M=6.36).

Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, Jokowi dinilai cenderung menawarkan pola hubungan yang hangat (M= 8.20), memiliki kesopanan atau kerendahan hati yang memadai saat berhubungan dengan orang lain (M= 8.36). Jokowi juga dinilai memiliki sifat suka hal-hal baru dan berbeda (M= 8.02), dan memiliki ketelitian serta kejelian saat menghadapi persoalan-persoalan (M=7.38). Secara emosional, Jokowi dinilai lebih stabil dibandingkan dengan kandidat lain (M= 7.67). Dilain pihak, Jokowi terkesan lemah dan mudah percaya pada orang lain dibandingkan kandidat lain (M= 6.99). Namun, beberapa responden justru menilai karakteristik Jokowi yang menonjol adalah tegas dalam mengambil keputusan.

Dalam mengambil keputusan, Jokowi diprediksi oleh sebagian besar responden akan lebih mau mendengar pendapat orang lain daripada memaksakan pendapatnya sendiri (N=66%) dan lebih mau mendengar pendapat menteri-menteri di kabinet daripada orang-orang dekatnya saat mengambil keputusan terkait kebijakan-kebijakan negara (N= 64%). Beberapa prediksi kondisi psikologis saat menghadapi persoalan yang dapat dipotret adalah Jokowi akan mampu bekerja dibawah tekanan saat menghadapi masalah berat dan kompleks (M= 7.56) serta dapat terhindar dari kelelahan fisik dan mental ketika sudah menjabat (M= 4.64).

Jusuf Kalla: Pemimpin Berani, Tegas, dan Cerdas

Jusuf Kalla merupakan anak pengusaha yang berlatar belakang 2 organisasi Islam berbeda di Indonesia. Sang ayah adalah pengikut Nahzdatul Ulama, sedangkan sang ibu merupakan warga Muhammadiyah. Hal ini membuat Jusuf Kalla menjadi sosok yang terbiasa menghargai orang lain, termasuk orang yang berbeda pandangan dan keyakinan dengannya. Sejak muda, Jusuf Kalla sudah berkeinginan masuk dunia politik, tapi atas permintaan orang tuanya, ia memutuskan untuk ikut membenahi bisnis keluarganya. Dalam sebuah wawancara saat menjabat sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla pernah mengatakan bahwa “Sekiranya ada keputusan wapres (kepwapres), tentu semua kebijakan sudah saya ambil sehingga semuanya bisa berjalan dengan cepat dan lebih baik. Dengan demikian, krisis bisa segera kita selesaikan.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Jusuf Kalla, dengan latar belakang pengusaha sukses, adalah sosok yang memiliki inisiatif tinggi dan keinginan kuat untuk memberi dampak yang bermakna dan segera kepada lingkungannya.

Dalam mengabil keputusan, sebagian responden menilai saat mengambil keputusan Jusuf Kalla cenderung akan lebih mengikuti pendapat sendiri (N= 56%) jika ia anggap pendapatnya tersebut tepat. Ia cenderung akan tetap bertahan dengan pendapatnya kendati keputusan yang ia ambil tidak popular (N= 62%). Karena itulah, Jusuf Kalla dikenal sering melakukan one man show. Beberapa prediksi kondisi psikologis saat menghadapi persoaIan yang dapat dipotret adalah Jusuf Kalla akan bisa bekerja di bawah tekanan saat menghadapi masalah berat dan kompleks (M= 7.87) dan mampu terhindar dari kelelahan psikologis (M= 4.22). (*)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s