Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Media Indonesia » Prabowo Otoriter, Jokowi Demokratis

Prabowo Otoriter, Jokowi Demokratis

Media Indonesia 5 Juli 2014 Page 5 oleh Sri Utami

Hasil survei Laboratorium Psikologi UI itu merefleksikan persepsi publik terhadap capres-cawapres yang akan mereka pilih.

LABORATORIUM Psikologi Universitas Indonesia (UI) merilis survei tentang kondisi psikologis calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Hasil survei itu antara lain mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto memiliki gaya kepemimpinan otoriter (76%) dan nafsu untuk berkuasa sangat tinggi. Adapun Jokowi memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis (87%) dengan tingkat emosi yang stabil (selengkapnya lihat grafik).

“Survei ini dilakukan karena ada kerinduan masyarakat untuk mengetahui siapa orang ini, siapa calon presiden kita,” kata Guru Besar Psikologi UI Harncli Muluk dalam konferensi pers Menakar Kepribadian CajiresCawapres, di Jakarta, Kamis (3/7).

Survei melibatkan 204 responden yang merupakan psikologlintas profesi di wilayah Jabodetabek. Usia responden 21-60 tahun, dengan mayoritas 31-40 tahun.

Survei dilakukan berdasarkan penilaian psikolog terhadap pidato, rekaman wawancara, _catatan biografi penting dalam hidup caprescawapres yang berta-rung dalam Pilpres 2014.

Dilihat dari sisi keterbukaan terhadap ide dan hal baru, Jokowi dan Jusuf Kalla dianggap lebih suka hal-hal barn Aka clibandingkan dengan Prabowo dan Hatta Rajasa. “Untuk sisi kerendahan hati, Jokowimenang tiga poin dari Prabowo,” kata Hamdi.

Sementara itu, Guru Besar Psikologi Universitas Padjadjaran Zainal Abidin mengatakan tipe kepernimpinan yang clibutuhkan Indonesia saat ini ialah kepribadian yang member! inspirasi.

Menurutnya, masyarakat perlu figur untuk mengangkat, bukan hanya derajat, melainkan juga motivasi untuk melakukan sesuatu. “Keberadaan pemimpin yang memberi inspirasi, balk intelektual, emosional, maupun harga diri, itu yang dibutuhkan untuk mengangkat derajat rakyat atau negara kita yang sering dianggap remeh negara lain,” kata Zainal.

Ia mengatakan kondisi harga cliri masyarakat saat ini sangat rendah sehingga perlupemimpin yang bisa mengangkat kepercayaan din bangsa. Selain inspiratif, menurutnya, pemimpin juga hams karismatik.

Miliki kekhasan

Pengamat politik LIPI Siti Zuhro nemilai survei itu merefleksikan persepsi publik mengenai karakter tokoh. “Pada dasarnya setiap tokoh menunjukkan karakter dan kekhasan sendiri-sendiri. Jokowi memiliki karakter senyum Jawanya yang khas, di samping tampak sabar dan peduli sesama, walaupun kekhasan itu kadang tidak terlalu muncul ketika acara debat,” kata Siti, di Jakarta, kemarin.

Prabowo, lanjut Siti, memiliki karakter yang terkesan tegas dan disiplin. “Kadang ia juga menunjukkan sosok yang cenderung vini, vidi, vici,” ucapnya.

Politikus PKB Ida Fauziah mengatakan hash survei tentang keunggulan Jokowi-JK hams dipertahankan sampai detik akhir. “Kami harus lebih bekerja keras menjelang pemi-lu,” tegas Ketua Umum Fatayat NU itu. (AI/P-3) ami@mediaindonesia.com

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s