Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Bisnis Indonesia » Sikap Politik : Ryamizard Dukung Jokowi-JK

Sikap Politik : Ryamizard Dukung Jokowi-JK


Bisnis Indonesia 5 Juli 2014 Page 12 oleh Tegar Arief Fadly
JAKARTA—Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, memantapkan dukungan untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada Pemilu Presiden 2014 ini.
Ryamizard yang mengaku sempat golput ini akhirnya menggunakan hak pilih dan dukungannya untuk JokowiJK karena beberapa alasan. Alasan utama, ia ingin menjadi seorang penyeimbang antara pasangan JokowiJK dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Sebab menurutnya, jumlah jenderal purnawirawan TNI lebih banyak yang bergabung dan mendukung ke kubu Prabowo-Hatta. Hal inilah yang membuat Ryamizard muncul di kubu Jokowi-JK dengan harapan menjadi penyeimbang.
“Teman saya di Pak Prabowo itu banyak, ada satu kompi lebih. Alasan utamanya keseimbangan, ingin menjadi penyeimbang, dan saya sudah Salat Istikarah,” kata Ryamizard di Jakarta, Jumat (4/7).
Sebelum melaksanakan Salat Istikarah, Jenderal bintang empat ini mengaku sempat kebingungan dalam menentukan pilihan. Sebab ia memiliki hubungan ytang sangat dekat, baik denga Prabowo maupun dengan Megawati Soekarnoputri.
Ia menganggap Prabowo adalah saudara, bukan sekadar teman dekat. Kedekatan mereka terjalin saat masih sama-sama aktif di militer. Sementara Megawati, Ryamizard mengaku kedekatan dengan Ketua Umum pp! Perjuangan itu seperti hubungan antarta kakak dan adik kandung.
Sementara di sisi lain, ia tidak bersedia untuk kembali golput pada Pilpres 2014 ini. Sebab menurutnya golput adalah sebuah sikap yang justru mencederai sistem demokrasi, yang kini tengah berkembang di Indonesia.
“Pada 2009 saya golput. Waktu itu saya belum bisa dan tidak suka berpolitik. Tapi saya dengar ceramah masalah demokrasi, pemilu kan demokrasi. Kalau tidak milih saya cacat demokrasi. Sebetulnya susah, tapi saya hams putuskan, pilih nomor 2,” ujarnya.
Ia menegaskan dukungan yang diberikan kepada Jokowi-JK sama sekali tidak bersifat transaksional. Ryamizard juga mengaku tidak dijanjikan jabatan atau imbalan apapun jika pasangan’tersebut menang pada 9 Juli nanti.
“Tidak pernah [dijanjikan jabatan). Saya kan tidak pernah ikut kampanye, jurkam, tidak pernah. Jabatan itu bukan nomor 2, nomor 20,” ujarnya.
Ryamizard juga mengimbau kepada seluruh purnawirawan TNI untuk bersikap saling menghormati meskipun terpecah dalam memberikan dukungan di Pemilu Presiden 2014 ini.
Meskipun berbeda dalam pandangan politik, Ryamizard mengingatkan seorang purnawirawan TNI hams tetap memegang teguh sapta marga serta selalu berlandaskan Pancasila, termasuk saling menghargai keputusan politik sesamanya.
“Kepada yang senior harghailah adik-adik yang ada di kubu lain. Kepada junior hargailah senior-senior di tempat lain. Artinya saling menghormati,” kata dia.
Yang terpenting, kata Ryamizard, para penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa bersikap netral dalam pilpres, sehingga dapat meminimalisasi adanya perselisihan. (Teqar Arief Fadly)
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s