Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Politik dan Pilpres 2014 » Ini Lho yang Bikin Orang Bertengkar Gara-Gara Bela Capres

Ini Lho yang Bikin Orang Bertengkar Gara-Gara Bela Capres

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilihan Presiden tahun ini terasa semarak karena hampir seluruh lapisan masyarakat turut aktif dalam menyuarakan pendapatnya. Bahkan, banyak yang terang-terangan membela capres salah satu kubu.

Beberapa fenomena pun bermunculan. Mulai dari perdebatan ringan hingga sengit. Satu yang paling menonjol adalah perdebatan di media sosial yang merusak hubungan pertemanan. Tak jarang dari pengguna sosial media mengaku, pada akhirnya terpaksa unfollow temannya di media sosial. Entah karena gerah melihat status teman yang menganggung-agungkan capres pilihannya atau berdebat kusir mempertahankan pilihan terhadap salah satu capres.

Seperti yang dialami, sebut saja Dina. Karyawan swasta ini sampai meng-unfollow temannya di sejumlah media sosial karena tak suka melihat temannya berbeda pendapat soal capres.

“Aku bete lihat temanku suka pasang status belain capres pilihannya, terus jelek-jelekin capres pilihanku,” ujar Dina mengemukakan alasannya.

Lain lagi dengan Panji. Pekerja freelance di bidang periklanan ini pernah sampai terlibat debat sengit di Facebook cuma gara-gara debat adu jago capres pilihannya dengan pilihan seorang kawan. Saking panasnya perdebatan, teman-teman lain di Facebook banyak yang menimpali dan ikut terbawa emosi.

“Uh, kesal banget! Teman gue itu ngotot capres pilihannya yang paling oke. Padahal, apa bagusnya coba capres dia. Akhirnya daripada gondok, gue unfriend aja. Habis perkara,” ketus Panji setengah sewot.

Psikolog Tika Bisono membaca kondisi ini. Dia melihat, fenomena tersebut terjadi karena dampak dari grup think. Grup think merupakan semacam gejala pola pikir yang terbentuk oleh kelompok yang memiliki satu kesamaan pemikiran, dan berupaya membuat kelompok lain agar memiliki pendapat yang sama, namun tidak berdasarkan fakta.

“Kita bisa saja membela habis-habisan pasangan capres yang kita dukung, dan mengintervensi orang lain untuk satu pola pikir,

meskipun kita tidak mengetahui track record atau data yang benar mengenai capres itu,” jelas Tika kepada Metrotvnews.com, Selasa (22/7/2014).

Grup think sangat berbahaya karena tanpa sadar, seseorang dapat meninggalkan jati dirinya hanya demi mempertahankan argumen yang dianggap benar.

Grup think dapat terbentuk akibat ketidakdewasaan seseorang. “Ya, seseorang yang dewasa pola pikirnya tentu tidak akan menyakiti hati temannya hanya gara-gara Pilpres. Apalagi mengintervensi orang lain agar sepemikiran,” ungkapnya.

Guna meredam kondisi panas antar pemilih, Tika menyarankan agar kedua capres memberikan instruksi kepada simpatisannya. “Kalau sudah begini, intruksi siapa lagi yang paling didengarkan kalau bukan dari capresnya sendiri,” tegasnya.

Tika pun menyarankan agar para simpatisan fokus merayakan Lebaran, dan menjadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan.

“Kalau Lebaran belum bisa dijadikan ajang memperbaiki pertemanan yang sudah rusak gara-gara Pilpres, para simpatisan bisa lanjut liburan untuk menjauhkan diri dari hiruk-pikuk perdebatan capres,” sarannya.

(Ros)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s