Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Atas Petunjuk SBY, Demokrat ke Jokowi-JK

Atas Petunjuk SBY, Demokrat ke Jokowi-JK

“Tidak etis pindah koalisi saat temanteman sedang berjuang.”

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan partainya mendukung presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sikap ini diambil sesuai dengan petuniuk dan arah kebijakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan demikian, menurut Amir, posisi Demokrat kini berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi-JK. “Demokrat wajib mengikuti keputusan ketua umum,” kata Amir di Istana Negara, kemarin.

Amir menjelaskan, sejak awal partainya secara resmi memilih netral. Sewaktu kampanye pemilu presiden beberapa waktu lalu, tidak ada penyataan Demokrat berkoalisi dengan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Namun belakangan sejumlah elite Demokrat, termasuk Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono, mendukung pasangan calon nomor 1 itu.

Hal itu dibuktikan Demokrat dengan tidak turut meneken deklarasi koalisi permanen Merah Putih pasangan Prabowo-Hatta. Hingga KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang, kader Demokrat menunggu arahan SBY. Untuk menyukseskan pemilu, SBY mengundang kedua pasangan calon ke Istana. “Ini yang menjadi pedoman bagi politik Demokrat.”

Sikap Demokrat yang merapat ke kubu Jokowi-JK itu kian melemahkan Koalisi Merah Putih yang disokong Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golkar. Di antara partai-partai itu, pengurusnya berbeda pilihan dan sikap.

Dua hari lalu, misalnya. Wakil-Ketua Umum Golkar Agung Laksono mendesak Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie segera mengakui kemenangan Jokowi-JK. Bahkan, Wakil Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan dukungan kepada Jokowi-JK akan diformalkan dalam rapat musyawarah nasional.

Rapuhnya Koalisi Merah-Putih juga terlihat dari absennya Hatta Rajasa ketika Prabowo mengumumkan menarik diri dari proses rekapitulasi suara oleh KPU. Sebagai calon wakil presiden, Ketua Umum PAN tersebut tidak mendampingi calon presiden Prabowo yang menentang proses di KPU.

Sejumlah tokoh elite PAN, misalnya Tjatur Sapto Edi, hadir dalam acara syukuran kemenangan Jokowi-JK di kantor Partai Kebangkitan Bangsa.

Sekretaris Jenderal PAN Taufik Kurniawan menepis anggapan bahwa Koalisi Merah Putih sudah retak. Ihwal absennya Hatta dalam acara Prabowo hanya masalah teknis. “Hatta tetap mendelegasikan pengurus partai,” ujar Taufik. Juru bicara PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan partainya tak tergoda keluar dari koalisi. “Tidak etis jika ide pindah koalisi saat teman-teman sedang berjuang,” ujar Ali.

Adapun Prabowo berkali-kali yakin Koalisi Merah-Putih terus bersatu. Dia mengatakan piagam koalisi bersifat sakral dan suci. “Kalau Anda menandatangani suatu kontrak atau perjanjian, meskipun sakit tetap menghormati perjanjian itu.”

FRANSISCO ROSARIANS SUNDARI SUDJIANTO ANANDA TERESIA I IRA GUSLINA SUFA I RIKY FERDIANTO I REZA ADITYA

Koran Tempo 25 Juli 2014 Page 6 oleh Bobby Chandra

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s