Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Media Indonesia » Jokowi Tinggalkan Bagi-Bagi Kursi

Jokowi Tinggalkan Bagi-Bagi Kursi

Jokowi-JK tetap membuka diri untuk masuknya partai baru ke dalam koalisi kubunya. Namun, mereka mengingatkan, prinsip koalisi tanpa syarat tetap berlaku buat semua.

PRESIDEN terpilih Joko Widodo kembali menegaskan koalisi yang akan dibangun pemerintahannya ialah koalisi tanpa syarat, termasuk bagi partai yang hendak bergabung ke kubunya.

“Bagi-bagi kursi di kabinet itu sudah harus ditinggalkan,” tegasnya ketika menghadiri buka puasa bersama di kediaman Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Jakarta, kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi ketika kubunya mulai menjalin komunikasi dengan partai dari koalisi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Jokowi menjamin, jika ada partai baru bergabung, tak akan ada transaksi politik, tetapi hanya komitmen untuk membangun bangsa. “Partai yang sejak awal mendukung saja tidak ada transaksional, apalagi ini,” kata Jokowi.

Ia mengatakan tak ambil pusing apakah koalisinya bakal gemuk ketika ada partai baru yang bergabung. “Apakah gemuk atau ramping seperti saya, yang pasti di dalamnya ada profesional, akademisi, dan politisi. Nanti harus bekerja sangat cepat,” cetus Jokowi.

Senada dengannya, wakil presiden terpilih Jusuf Kalla menegaskan prinsip koalisi tanpa syarat tak akan berubah meski sejumlah partai akan segera merapat ke kubunya. Prinsip tersebut yang akan dipakai dalam penyusunan kabinet.

Menurut Kalla, membangun sebuah pemerintahan yang baik harus dilakukan secara bersama, tetapi dengan catatan tetap tanpa syarat. Pun dengan posisi strategis, Kalla akan menempatkan kalangan profesional seperti posisi menteri keuangan, menteri negara BUMN, dan menteri koordinator perekonomian.

“Menteri keuangan, BUMN, dan perekonomian harus betul-betul independen dan itu kita bahas bersama-sama pengisiannya. Jangan partai baru masuk lalu nanti minta kursi sekian. Bukan seperti itu,” jelas Kalla.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menegaskan kesiapan partainya bergabung dengan Jokowi-JK, sekalipun tidak ada kader Demokrat yang mendapat kursi di kabinet.

“Kerja sama tanpa syarat itu bagus. Kita dukung itu. Kan bisa kerja sama soal gagasan di parlemen, tidak mesti bagibagi kursi di kabinet,” kata Amir, Rabu (23/7).

Belum bersikap
Di tempat berbeda, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mengaku partainya belum mengambil sikap setelah KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014.

Ia menegaskan partainya hingga kini tetap berada di koalisi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Namun, menurutnya, sikap itu bisa saja berubah di tengah jalan, bergantung pada keputusan Kongres PAN.

“Masih solid (mendukung Koalisi Merah-Putih),” jelas Hatta saat ditemui di Kantor Pusat Data Tim Merah-Putih di Gedung DPP PKS Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan berbeda, Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo mengatakan PAN akan menentukan sikap politik lewat kongres. “Sampai siang ini, belum ada rencana untuk mendukung koalisi Pak Jokowi-JK. Itu artinya PAN masih solid mendukung Koalisi Merah-Putih,” paparnya.

“Namun, Kongres PAN akan dilaksanakan pada 2015 nanti. Kita lihat saja perkembangan nanti. Jadi, untuk saat ini PAN masih solid dengan putusan untuk mendukung Koalisi Merah-Putih,” katanya. (SU/ Cah/P-1) rudy@mediaindonesia.com

Media Indonesia 25 Juli 2014 Page 4 oleh Rudy Polycarpus

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s