Home » PAGE 5.7 - ISLAM dan Muslim Indonesia » Baha'i » IKADI: Baha’i Termasuk Aliran Sesat

IKADI: Baha’i Termasuk Aliran Sesat

[Pewartaekbis] Terkait pengesahan Menteri Agama tentang Agama bahai sebagai agama resmi di Indonesia, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), KH. Ahmad Satori Ismail menganggap Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin tergesa-gesa. Ahmad Satori menyatakan, Baha’i termasuk ke dalam sebelas  kriteria aliran sesat yang telah ditetapkan MUI.

“Sebelum mengesahkan Bahai sebagai agama baru, seharusnya Menteri Agama memerhatikan sebelas kriteria aliran sesat yang sudah difatwakan MUI ,” tutur Satori  Kamis (23/7) malam.
Menurut guru besar bidang Bahasa Arab UIN Jakarta ini, salah satu kriteria aliran sesat MUI adalah pengakuan adanya nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW. Ajaran ini ada di dalam Baha’i dan lebih dekat  dengan Ahmadiyah Qadian yang juga sudah difatwakan sesat oleh MUI.

MUI memang tidak menetapkan satu per satu aliran apa yang termasuk sesat dalam agama Islam. “MUI hanya menetapkan 11 kriteria aliran sesat berdasarkan fatwa MUI,” ungkap Ulama yang sering berdebat dengan kaum Liberalis ini.

“Fatwa MUI itu juga sudah disetujui oleh berbagai ormas Islam yang ada di MUI,” tambah Satori.

MUI: Baha’i Agama Buatan Manusia

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Muhyidin Djunaidi, menyatakan Baha’i adalah agama produk manusia belaka.

“Misi utama agama Baha’i ingin mewujudkan perdamaian dan keadilan universal dengan menganggap sama semua agama. ” tutur Muhyidin seperti dikutip dari Republika, Kamis (23/7) malam.

Menurut Kiai Muhyidin, agama didirikan oleh Bahaullah, yang mengaku sebagai manifestasi Tuhan di dunia ini mengakui Bahaullah sebagai Tuhan Maha Esa yang mereka sembah. Pengikut Baha’i menekankan tentang pentingnya pendidikan dan emansipasi mutlak bagi kaum perempuan.

Pendiri agama Baha’i adalah orang Iran pada tahun 1884 yang bernama Babullah, atau “pintu Allah”. Jadi, sebenarnya Baha’i mirip dengan agama dunia lainnya seperti Hindu, Buddha dan Shinto.

Muhyidin juga menghawatirkan nantinya pengikut Baha’i akan minta izin pemerintah untuk dibolehkan ziarah ke Israel dengan alasan agama,  karena makam pendiri agama itu, Babullah, ada di Haifa, Israel.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s