Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Kepala Daerah Berprestasi Layak Masuk Kabinet

Kepala Daerah Berprestasi Layak Masuk Kabinet

Republika 19 Agustus 2014 Page 3
oleh Halimatus Sa’diyah

JAKARTA — Kepala daerah yang memiliki prestasi membangun daerahnya layak masuk dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Apalagi, kalau kepala daerah itu tidak tersangkut korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, mengatakan, era kepemimpinan Joko Widodo sebagai presiden RI membuka paradigma baru dalam pemerintahan, yakni kebangkitan pemimpin lokal yang berprestasi di level nasional. Semula, Jokowi sukses memimpin Surakarta dalam dua periode, kemudian menjadi orang nomor satu di Ibu Kota.

Walau masa kepemimpinannya baru dua tahun di Jakarta, gebrakan-gebrakan Jokowi bersama wakil gubernurnya, Ahok, sukses memberi harapan baru. Sehingga, rakyat Indonesia lebih banyak memilihnya menjadi presiden ketimbang pesaingnya, Prabowo Subianto.

An pun berharap Jokowi tidak melupakan prestasi-prestasi kepala daerah untuk ditarik menjadi pembantu-pembantunya. Namun, tidak semua kepala daerah bisa menjadi menteri-menteri Jokowi. “Harus ada tolok ukur dan parameter prestasi dan rekam jejak yang jelas dalam pemberantasan KKN,” kata dia.

Dia menyebutkan, prestasi kepala daerah itu, antara lain memiliki terobosan baru dalam pelayanan masyarakat, raihan penghargaan nasional dan internasional, keberpihakan terhadap warga miskin, melindungi perekonomi an rakyat bawah dan sebagainya. “Banyak kepala daerah yang memiliki rekam jejak yang bagus serta layak menjadi pembantu Jokowi di kabinet Indonesia Hebat,” ujar dia.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dito Ganinduto, menyoroti pemilihan menteri ESDM pada pemerintahan mendatang. “Jangan dari parpol karena bakal terjadi konflik kepentingan,” kata dia. Namun, dia juga berharap menteri ESDM tidak berasal dari pengamat atau akademisi dan pengusaha.

Hingga kemarin, Jokowi belum membicarakan orang-orang yang akan masuk dalam kabinetnya. Jokowi mengatakan, dia juga belum mengajak bicara partai pendukung mengenai kabinet di pemerintahannya mendatang.

Jokowi beralasan, para ketua umum parpol pendukung masih sibuk dengan urusannya masingmasing sehingga belum ada waktu untuk bertemu. “Ada yang lagi di luar kota, ada yang masih sibuk banget,” kata dia.

Meski demikian, Jokowi menegaskan, is pasti akan mengajak bicara parpol pendukung terkait kabinet. Termasuk mengenai syarat menteri yang tak boleh menjabat di struktural partai. Jokoii optimistic, syarat itu pada akhirnya dapat diterima oleh semua pihak. “Kalau sudah berkumpul, lebih jelas.” ■ antara ed: ratna puspita

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s