Home » PAGE 5.2 - International News » Bantuan Mengalir ke Gaza

Bantuan Mengalir ke Gaza

Palestina Incar Negara di Atas Tanah 1967

KAIRO, KOMPAS — Bantuan kemanusiaan terus mengalir ke Jalur Gaza, Kamis (28/8), atau dua hari setelah gencatan senjata Israel-Palestina. Pada saat bersamaan, Palestina berusaha memanfaatkan momentum ini ke arah terwujudnya negara Palestina di atas tanah tahun 1967.

Truk-truk pengangkut bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza masuk lewat pintu perbatasan Rafah dan Kerem Shalom, Jalur Gaza selatan. Di pintu perbatasan komersial Kerem Shalom, truktruk tiba Kamis dini hari.

Sebagian besar truk-truk itu mengangkut barang-barang perdagangan meski sebagian lainnya membawa bantuan dengan logo Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Truk-truk lain juga mengangkut perabotan rumah, buah-buahan, makanan kemasan, dan peralatan seperti tangki-tangki air.

Namun, hingga Kamis, belum ada bahan-bahan material untuk pembangunan di Gaza. Rabu lalu, lebih dari 200 ton bantuan dari Arab Saudi, Oman, dan Turki datang melalui Rafah.

Lewat pintu perbatasan itu pula konvoi bantuan Program Pangan Dunia PBB (WFP) tiba di Gaza untuk pertama kali sejak 2007. Menurut lembaga yang bermarkas di Geneva itu, bantuan pangan yang mereka bawa cukup untuk memberi makan 150.000 orang selama lima hari.

Dari Arab Saudi, bantuan itu berupa 150 ton obat-obatan dan peralatan kesehatan. Dui Oman, 45 ton perlengkapan kesehatan.

PBB menyebutkan, selain menewaskan sedikitnya 2.140 warga —sebagian besar warga sipildan melukai 11.000 orang lain, perang 50 hari di Gaza mengaldbatkan lebih dari 17.000 bangunan di wilayah itu hancur atau rusak berat. Sedikitnya 475.000 warga Gaza telantar.

“Di era modern, Gaza belum pernah mengalami kerusakan seperti saat ini,” kata Frode Mau-ring, Kepala Program Pengembangan PBB di Shejaiya, Jalur Gaza, kepada Guardian.

Agenda Palestina
Saat proses pemulihan Jalur Gaza dimulai, Palestina memanfaatkan momentum itu ke arah terwujudnya negara Palestina di atas tanah tahun 1967. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahnian, dari Kairo, Mesir.

Salah seorang anggota delegasi Palestina dari faksi Fatah dalam perundingan Kairo, Faisal Abu Syahla, kepada harian Asharq al Awsat, Kamis (28/8), mengatakan, setelah pertempuran, pimpinan Palestina berupaya mencapai kesepakatan final dan komprehensif yang mengakhiri pendudukan Israel di tanah Palestina. “Kami tahu persis, tidak ada jaminan bagi perlindungan rakyat Palestina kecuali berdirinya negara Palestina, bukan hanya kesepahaman temporal,” kata Abu Syahla kepada harian itu.

Pertemuan terakhir Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan Kepala Biro Politik Hamas Khaled Meshaal di Doha, Qatar, pekan lalu, disinyalir telah menyepakati momentum perang Gaza hams dimanfaatkan untuk menekan Israel dan masyarakat internasional agar segera dimulai lagi perundingan komprehensif menuju berdirinya negara Palestina di atas tanah 1967.

Menurut Abu Syahla, ada dua langkah yang akan dilaluikan Abbas. Pertama, berusaha meraih dukungan aklamasi bangsa Arab clan masyarakat internasional bagi berdirinya negara Palestina di atas tanah 1967.

Kedua, jika Israel tidak mengindahkan seruan masyarakat internasional, Abbas akan berusaha mendapatkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta Israel meninggalkan tanah Palestina tahun 1967.

Terkait gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendeklarasikan kemenangan setelah Hamas melakukan hal serupa. Selain membuka blokade Gaza, kesepakatan itu tidak mencantumkan pelucutan senjata, seperti tuntutan Israel. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

Kompas 29 Agustus 2014 Page 9

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s