Home » PAGE 5.3 - Tokoh Indonesia » Jokowi-Kalla » Rumah Rakyat Prioritas

Rumah Rakyat Prioritas

Memanfaatkan Lahan Negara yang Tidak Produktif

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintahan baru periode 2014-2019 berkomitmen mendorong penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah. Rumah merupakan kebutuhan pokok sehingga rumah yang layak dan terjangkau harus tersedia untuk masyarakat.

Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla mengatakan, negara tidak hanya membutuhkan pertumbuhan agar ekonomi bergerak. Namun, negara juga perlu pemerataan pertumbuhan agar tenteram dan nyaman.

Diperlukan upaya bersama pemerintah dan pelaku usaha untuk mengatasi masalah perumahan rakyat. Jusuf Kalla berjanji melanjutkan program perumahan rakyat yang sudah berjalan.

“Pemerintah fokus menentukan kebijakan yang akan ditempuh agar terjadi pertumbuhan dan keadilan bagi perumahan,” katanya dalam perbincangan bertema “Ekonomi Biaya Tinggi di Sektor Properti” yang diselenggarakan asosiasi pengembang Realestat Indonesia (REI), Kamis (28/8), di Jakarta.

Jusuf Kalla menambahkan, Indonesia dihadapkan pada laju pertambahan penduduk di perkotaan. Kesenjangan permukiman kian terlihat di kota-kota besar. Tahun 2020, sekitar 60 persen penduduk diprediksi tinggal di perkotaan.

Di kota-kota besar dengan ketersediaan lahan yang semakin terbatas, penyediaan perumahan diarahkan ke rumah-rumah vertikal. Pembangunan hunian vertikal akan mendorong efisiensi lahan, penyediaan ruang publik, ruang bermain, dan ruang hijau yang lebih luas. Oleh karena itu, perencanaan kota hams matang.

Jusuf Kalla juga meminta pelaku usaha terlibat dan berperan memenuhi perumahan yang berkeadilan. Kekurangan rumah yang dibiarkan dapat memicu konflik sosial masyarakat. Karena itu, pengembang diharapkan berkontribusi lebih optimal dalam menyediakan rumah sederhana.

“Kalau pengembang diminta membangun rumah sederhana, jangan dianggap sebagai penalti. Ini adalah perisai dan pagar. Kalau semua bahagia, negeri aman dan orang akan beli rumah lebih banyak lagi. Pada akhirnya, keuntungan kembali kepada pengembang,” ujarnya.

Lahan negara
Jusuf Kalla menyatakan komitmennya mengefektifkan pemanfaatan lahan negara yang tidak produktif untuk pembangunan rumah rakyat bersubsidi. Di bidang pembiayaan, pemerintah akan tetap mengalokasikan anggaran untuk subsidi uang muka dan suku bunga kredit pemilikan rumah.

Pemanfaatan aset lahan negara milik Sekretariat Negara di Kemayoran, Jakarta akan dihidupkan kembali guna perumahan rakyat dengan memberdayakan Perum Perumnas untuk membangun rumah murah. Pada’ Kabinet Indonesia Bersatu I periode 2004-2009, lahan Setneg itu dialokasikan untuk perumahan rakyat. Dari peruntukan 26 hektar lahan, baru terealisasi 1,7 hektar untuk 1.300 keluarga.

Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief mengatakan, pasokan perumahan bersubsidi yang tersendat di lahan Kemayoran akibat lahan negara itu ditarik kembali oleh Badan Pemeriksa Keuangan setelah berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu I periode 2004-2009.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI Eddy Hussy siap mëmbantu pemerintah menyediakan rumah layak dan terjangkau, khususnya rumah susun sederhana di perkotaan. Meski demikian, saat ini penyediaannya terkendala ekonomi biaya tinggi. (LKT)

Kompas 29 Agustus 2014 Page 19

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s