Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Dua Polisi Indonesia Ditangkap di Malaysia

Dua Polisi Indonesia Ditangkap di Malaysia

Kasus narkoba di luar perjanjian ekstradisi.

PONTIANAK — Dua anggota Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Idha Endi Prasetyono dan Brigadir Harahap. ditangkap polisi Malaysia di Bandara Kuching, Malaysia. Sabtu lalu. Penangkapan keduanya diduga terkait dengan kasus narkoba.

Kepala Polda Kalimantan Barat Brigjen Arief Sulistyono, dalam jumpa pers kemarin, menyatakan kepolisian mendapatkan laporan soal penangkapan ini dari Liaison Officer Polri di Kuching, Komisaris Taufik Nurisya. Keduanya ditangkap pada Sabtu lalu sekitar pukul 15.15.

Menurut Arief, penangkapan itu dilakukan Kepolisian Malaysia sebagai hasil pengembangan terhadap penangkapan seorang wanita warga Filipina. Wanita ini ditahan di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 07.35 pagi. Dari tangannya, polisi menemukan lima bungkus plastik.

Setelah diperiksa, bungkusan plastik di dalam bagasinya itu ternyata sabu-sabu seberat 3,1 kilo gram bernilai 620 ribu ringgit. Perempuan itu, kata Arief, mengaku akan mengirimkan barang ke Kuching. Info tersebut segera ditindaklanjuti polisi Malaysia.

Pelacakan itulah yang mengantarkan polisi Malaysia pada penangkapan Idha Endi Prasetyono dan M.P. Harahap.” Setelah mendapat informasi (penangkapan) tersebut, Kapolda Kalbar melaporkan kepada Kapolri,” kata Arief.

Kepolisian Diraja Malaysia membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurut Arief, polisi Malaysia menerangkan bahwa penyidikan perkara narkotik tersebut dilakukan Polisi Bukit Aman Kuala Lumpur. “Sehingga Kepolisian Kuching tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan yang dibutuhkan Polda Kalbar,” kata Arief.

Kini, Arief melanjutkan, Polda Kalimantan Barat telah berkoordinasi dengan Sekretaris NCB Interpol Indonesia. “Saga belum mengetahui apa ada narkoba yang ditangkap bersama Idha Endi atau apa jenisnya. Kami menunggu informasi lebih lanjut dari LO Polri di Kuching.”

Menurut data Polda, Idha Endi diketahui beberapa kali bepergian ke Malaysia. Dari data Imigrasi Kalimantan Barat, pada 2014 tercatat hanya sati kali Idha ke Malaysia. “Yang bersangkutan pergi ke Kuching tanpa izin dari atasan,” kata Arief. Pada 2013, Idha tercatat dua kali melintasi perbatasan. Polisi masih menyelidiki apakah kepergian itu seizin atasannya atau tidak.

Menurut Dr Hermansyah, kriminolog dari Universitas Tanjungpura, nasib dua anggota Polri itu tergantung negosiasi politik dua negara. “Kasus ini tidak lagi hanya menyangkut Polri dan Polls Diraja Malaysia. Tetapi sudah masuk ke hubungan dua negara,” katanya.

Indonesia dan Malaysia telah menandatangani perjanjian ekstradisi – yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1974. Namun, kata Hermansyah, narkoba bukan merupakan salah satu kejahatan yang termasuk dalam perjanjian ekstradisi.

Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie, belum bisa memastikan kabar penangkapan dua anggotanya ini.”Saya masih menunggu informasi dari Kabid Humas Polda Kalbar tentang hal tersebut,” katanya. • ASEANTY PAHLEVI I SUNDARI

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s