Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Idha Diduga Jaringan Narkotik Internasional

Idha Diduga Jaringan Narkotik Internasional

JAKARTA — Dua anggota Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar Idha Endi Prasetyono dan Brigadir Harahap, yang ditangkap di Malaysia, Sabtu lalu, diduga terkait dengan jaringan narkotik internasional.

“Polda Kalimantan Barat dan Direktorat Reserse Narkoba sedang berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia untuk mengungkap jaringan ini,” kata juru bicara Kepolisian Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie di Markas Besar Polri, di Jakarta, kemarin.

Idha dan Harahap ditangkap Polis Diraja Malaysia pada 30 Agustus lalu di Bandara Kuching. Idha adalah Kepala SubDirektorat III Narkoba Polda Kalimantan Barat. sedangkan Harahap adalah bawahannya. Menurut Ronny, dugaan keduanya terlibat jaringan internasional karena penangkapan mereka berasal dari keterangan perempuan Filipina yang ditangkap beberapa jam sebelumnya di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Perempuan itu ditangkap pada pukul 07.35 pagi, sedangkan Idha dan Harahap pukul 15.15.

Ronny menambahkan, informasi dari perempuan Filipina itulah yang mengantarkan polisi Malaysia menangkap Idha dan Harahap. Ia menambahkan, saat ini kedua anggotanya itu belum berstatus tersangka. Mabes Polri juga mengaku belum mengetahui peta jaringan narkoba itu. Menurut Ronny, Idha pernah tersangkut dugaan penyusutan barang bukti narkotik. Namun dugaan ini tidak bisa diproses karena tidak cukup bukti. Saat itu Idha hanya dipindah dari Reserse Kriminal Narkoba menjadi Staf Perencanaan Polda Kalimantan Barat. Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia.

Hermono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengacara untuk kedua polisi itu. Hanya, hingga kemarin kedutaan ataupun pengacara yang telah clisiapkan belum bisa bertemu dengan dua polisi itu, “Sesuai dengan undangundang Malaysia; tersangka ditahan untuk penyidikan selama seminggu dan bisa ditambah seminggu lagi jika diperlukan. Selama proses penyidikan, tidak ada pihak yang dibenarkan bertemu,” kata Hermonc kepada Tempo kemarin.

Kedua polisi Indonesia itu terancam dijerat dengan Ketentuan Pidana Narkotika atau Akta Dadah Berbahaya 1952 Malaysia dengan ancaman hukuman mati.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s