Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Israel Caplok 400 Hektare Tanah Palestina di Tepi Barat

Israel Caplok 400 Hektare Tanah Palestina di Tepi Barat

Aneka kecaman datang, termasuk dari Amerika Serikat.

RAMALLAH — Beberapa hari setelah gencatan senjata dengan Hamas di Gaza, Israel kembali mengusik ketenangan warga Palestina. Minggu lalu, mereka memulai proyek permukiman yang masif di wilayah Tepi Barat seluas 400 hektare. Ini adalah pencaplokan terbesar Israel atas tanah Palestina dalam tiga dasawarsa terakhir.

Presiden Palestina Mahmud Abbas mendesak Israel agar membatalkan langkah itu.

“Keputusan itu bakal memacu instabilitas dan akan memanaskan situasi setelah perang di Gaza,’ ujar juru bicara kepresidenan Palestina, Abu Rdainah, di Ramallah kemarin.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan Abbas harus memutuskan aliansinya dengan Hamas untuk melanjutkan proses perdamaian dengan Israel.

Kecaman juga datang dari Rusia. Seperti dikutip RIA Novosti, Moskow mendesak Israel menimbang lagi keputusan pencaplokan itu. “Moskow sangat prihatin terhadap informasi rencana Israel menganeksasi tanah di wilayah Palestina. Jika (rencana) itu dilaksanakan, secara signifikan akan merusak prospek proses perdamaian PalestinaIsrael,” ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Bahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang berseberangan dengan Netanyahu soal proyek permukiman sejak terpilih pada 2009, menentang langkah anyar Israel.

“Kami telah lama menentang dilanjutkannya aktivitas pembangunan permukiman,” ujar seorang pejabat Departemen Luar Negeri yang menolak disebutkan namanya. “Kami mendesak pemerintah Israel menarik keputusannya.”

Administratur Sipil, otoritas militer Israel di Tepi Barat, menyatakan pencaplokan itu didasari “instruksi pemimpin politik” setelah peristiwa pembunuhan tiga remaja Israel yang diculik di area itu.

Israel resmi memulai proses konversi 400 hektare tanah milik warga Palestina itu ke dalam “tanah negara”. Area itu berada di Bethlehem Barat, tepatnya di Gush Etzion, klaster 9 blok permukiman. Seorang pemimpin di blok itu menyebut pencaplokan ini merupakan tahap pendirian Kota Gvaot.

Seperti dilaporkan Associated Press, lembaga swadaya masyarakat Peace Now, yang anti-permukimanYahudi, menilai pencaplokan tanah seluas itu adalah “perampasan” terbesar Israel di Tepi Barg sejak 1980-an.

Selama ini aktivitas pembangunan permukiman Israel di tanah Palestina dikecam banyak negara karena dinilai ilegal dalam hukum internasional. Langkah itu juga menjadi hambatan besar bagi pembentukan negara Palestina.

Namun Israel berkilah proyek di Gvaot bukanlah permukiman baru. Pasalnya, lokasi itu sudah ditetapkan sebagai permukiman bagi seribu keluarga Israel. • [Dwi Arjanto]

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s