Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Seleksi Pimpinan KPK : Busyro Maju Lagi

Seleksi Pimpinan KPK : Busyro Maju Lagi

“Semua pendaftar peluangnya sama.”

JAKARTA — Busyro Muqoddas memutuskan untuk maju lagi sebagai calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Melalui anggota stafnya, Wakil Ketua KPK itu menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia seleksi kemarin siang. “Mulai Jumat, saya menimbang-nimbang. Akhirnya tadi pagi saya mengambil keputusan,”kata Busyro ketika dihubungi kemarin.

Busyro mengatakan keputusannya mendaftar lagi juga didorong oleh sejumlah pihak. Dia tak mau mengatakan siapa mereka.Yang jelas, kata Busyro, para penyokongnya tak memiliki kepentingan apa pun. “Untuk menghormati mereka, akhirnya saya ambil keputusan,” ujarnya.

Menurut Busyro, semula keluarganya tak setuju dia mencalonkan diri lagi. Dia pun sudah berniat kembali mengajar di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Kemarin malam, istri dan anaknya berbalik mendukungnya. “Mereka memahami adanya, permintaan banyak pihak (agar saya mendaftar lagi),” ujar dia.

Masa jabatan Busyro di KPK berakhir lebih dulu ketimbang empat komisioner lain, yakni pada 10 Desember tahun ini. Busyro masuk KPK pada 2010, menggantikan Antasari Azhar, yang dirundung kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran. Adapun masa tugas empat komisioner lainnya berakhir pada 14 Desember 2015.

Agar pemimpin KPK tetap berjumlah lima, pada 23 Juli lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk panitia seleksi calon pemimpin KPK yang diketuai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin. Empat pemimpin KPK selain Busyro sebenarnya tak setuju pemerintah menjaring komisioner baru. Menurut mereka, pemimpin KPK yang baru sebaiknya dipilih serentak pada 2015.

Hingga Senin lalu, ada 27 peminat yang sudah menyerahkan dokumen pendaftaran ke panitia seleksi. Dua di antaranya perempuan, yakni Ratnita Handriyani, asisten manajer administrasi dan keuangan di perusahaan swasta; serta Wiwik Sri Widiarti, dosen. Pendaftaran akan ditutup pada Rabu besok. “Tak akan diperpanjang,” kata Achmad Ubbe, sekretaris panitia seleksi. Selanjutnya panitia seleksi akan memilih dua kandidat untuk disorongkan ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Menteri Hukum Amir Syamsuddin mengatakan Busyro memiliki keunggulan dibancling para pesaingnya. Pengalaman dan rekam jejak nya di bidang hukum merupakan modal untuk kembali memimpin komisi antisuap. Sebelum di KPK, Busyro menjabat Ketua Komisi Yudisial. Sebelumnya lagi, dia memimpin Pusat Studi Hak Asasi Manusia Uri.

Walau begitu, kata Amir, Busyro tak akan diistimewakan. Dia tetap harus mengikuti seluruh proses seleksi, dari pengecekan syarat administrasi, tes kesehatan, hingga menulis makalah. “Jangan bicara peluang,” ujar Amir. “Semua pendaftar peluangnya sama.” • [Anton Septian]

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s