Home » PAGE 5.6 - Domestik Ekonomi » Infrastruktur » DKI Minta Enam Jalan Tol Baru Dibangun Serentak

DKI Minta Enam Jalan Tol Baru Dibangun Serentak

Pemerintah DKI Jakarta meminta konsorsium PT Jakarta Tollroad Development (JTD) membangun enam ruas jalan tol dalam kota baru secara bersamaan. Pembangunan dengan cara dicicil per ruas dinilai tidak berdampak mengurangi kemacetan. “Kami pikir, kalau cuma dibangun dua ruas dahulu itu enggak ada efeknya,” kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota, kemarin.

Pembangunan enam ruas tol yang digagas sejak 2007 awalnya diprioritaskan untuk dua ruas, yaitu Semanan-Sunter dan Sunter-Bekasi Raya. Anggarannya saat itu ditetapkan Rp 17,1 triliun. Kemudian tahap kedua bakal dibangun ruas tol Duri Pulo-Kampung Melayu dan KemayoranKampung Melayu. Tahap ketiga adalah ruas Tanah Abang-Ulujami serta Pasar Minggu-Casablanca.

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menginginkan enam ruas tol selesai dalam tiga tahun. “Kami akan siapkan kontrak kerja sama dengan mereka. Kalau tidak selesai dalam tiga tahun, kami akan ambil alih saja,” ujarnya. Ahok menargetkan pembangunan dimulai pada 2015.

Konsorsium, yang terdiri atas PT Jakarta Propertindo, PT Jaya Konstruksi, dan PT Pembangunan Jaya Ancol, menyiapkan dana Rp 42 triliun untuk pembangunan jalan, sedangkan DKI menyiapkan Rp 3 triliun untuk pembebasan lahan.

Saefullah mengatakan kontrak kerja sama salah satunya berisi kewajiban pengembang membangun j alur bus Transjakarta dalam jalan tol. Dengan demikian, berarti bakal ada enam koridor baru Transjakarta.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Budi Karya Sumadi, mengatakan pihaknya siap mengerjakan enam ruas tol tersebut secara bersamaan.”Sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang dipercaya membangun tol tersebut, kami sangat siap.” ucapnya.

Adapun Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Ahmad Gozali, mengatakan pembangunan ruas SemananSunter dan Sunter-Pulo Gebang akan didahulukan karena memberikan kontribusi yang tinggi bagi lalu lintas di sana.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, mengatakan pemerintah DKI bisa membangun enam ruas tol dalam kota asal memenuhi syarat Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Tata Ruang. Salah satunya adalah angkutan publik hares diperbaiki dulu. “Sampai saat ini bus masih jelek.

Transjakarta saja ada yang terbakar,” ujarnya. 

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s