Home » PAGE 5.2 - International News » Dunia Mengecam Israel

Dunia Mengecam Israel

Kasus Penyitaan Tanah di Tepi Barat, UE Ancam Boikot Produk Israel

KAIRO, KOMPAS — Pemerintah Israel terus mendapat tekanan internasional ataupun internal agar membatalkan keputusan merampas tanah seluas 400 hektar di Tepi Barat. Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Perancis, Mesir, Palestina, dan juga sebagian kalangan di Israel mengecam keputusan itu.

Uni Eropa (UE), seperti dilansir harian Israel Maariv Hashavua, Selasa (2/9), mengancam akan memboikot semua produk Israel dari Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, dan Jerusalem Timur. Ancaman UE itu kembali dilayangkan menyusul keputusan Israel merampas tanah seluas sekitar 400 hektar di Tepi Barat.

Sikap UE itu didasarkan pada kebijakan politik mereka selama ini yang menyebutkan, semua permukiman Yahudi di atas tanah 1967 adalah ilegal. Kebiiakan itu diambil dalam forum pertemuan UE tingkat menteri di Brussels, Belgia, Desember 2012.

Pemerintah 13elgia telah melarang mengimpor semua produk Israel yang diproduksi dari kompleks permukiman Yahudi. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rah-man, yang memantau perkembangan Palestina dari Kairo.

Hari Minggu lalu, Israel memutuskan mengambil alih tanah seluas 400 hektar (4.000 dunam) di antara kota Bethlehem dan Hebron dengan dalih akan dijadikan tanah negara. Israel menyebut wilayah itu dengan nama area Gush Etzion. Ini kompleks permukiman Yahudi di sebelah asah barat kota Bethlehem.

Amnesty International dalam keterangan persnya, Selasa kemarin, menegaskan, keputusan Israel merampas tanah di Tepi Barat itu adalah ilegal dan hams segera dibatalkan. Keputusan itu disebut Amnesty International sebagai pelanggaran atas hak asasi manusia (HAM) Palestina.

Menurut mereka, keputusan Israel itu akan merugikan langsung sedikitnya sekitar seperlima desa di sekitar kota Bethlehem.

Kecaman juga datang dari sejumlah negara. Sambil menyerukan agar Israel membatalkan keputusan itu, Amerika Serikat (AS) menyebut, langkah Israel kontraproduktif bagi upaya perdamaian Israel-Palestina.

Inggris mengeluarkan pernyataan lebih keras kami soal pembangunan permukiman itu jelas,” kata Philip Hammond, Menteri Luar Negeri Inggris, seperti dikutip Guardian.

“Semua itu ilegal menurut hukum internasional, menghambat perdamaian, dan menjauhkan kita dari solusi dua negara ketika negosiasi demi tercapainya sasaran itu mendesak dimulai.”

Desakan agar Israel membatalkan perampasan tanah di Tepi Barat juga muncul dari Rusia, Perancis, dan Mesir. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menurut juru bicaranya, cemas dengan rencana Israel tersebut.

Kecaman internal
Bahkan, Menteri Keuangan Israel Yair Lapid juga mengecam kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu. Ia menyebut, keputusan PM Netanyahu menghancurkan Israel.

“Kami butuh kondisi politik yang lebih berimbang. Bukan kebijakan yang menyebabkan benturan dengan AS dan internasional,” ujar Lapid seperti dikutip Jerusalem Post.

Situs Israel, Wala, menyebut, PM Netanyahu mengambil keputusan penyitaan tanah itu untuk menetralisasi sikap para pemimpin penghuni permukiman Yahudi yang menolak gencatan senjata di Jalur Gaza, pekan lalu.

Pentbangunan permukiman Yahudi dimulai tahun 1967 setelah Israel menduduki Jerusalem Timur, Tepi Barat, Gurun Sinai, dan Dataran Tinggi Golan setelah perang 1967. Kini, di seantero Tepi Barat, terdapat 125 kompleks permukiman Yahudi dengan jumlah penghuni di Tepi Barat dan Jerusalem Timur mencapai 531.000 jiwa. (AFP/REUTERS/SAM)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s