Home » PAGE 5.2 - International News » Harapan Baru Dari Puing Gaza

Harapan Baru Dari Puing Gaza

Proses rekonstruksi masih terhalang blokade Israel.

GAZA — Mohammad al-Talbani, pemilik pabrik al-Awda. hanya bisa pasrah melihat usahanya hancur karena dihantam roket dan tembakan tank Israel. Pabrik dengan aset bernilai US$ 30 juta kini tinggal puing. Sebulan lalu. sebelum Israel menggempur Jalur Gaza, pabrik al-Awda mempekerjakan 600 orang untuk memproduksi sekitar 125 jenis makanan, seperti biskuit dan wafer cokelat.

“Saya akan mulai lagi dari nol, dan sekarang saya hanya memiliki 5 persen dari apa yang saya miliki sebelum perang. Jadi saya akan bekerja untuk membangun kembali pabrik ini, karena ini adalah hidup saya,” kata Talbani.

Serangan Israel selama 51 hari menyebabkan perekonomian di Gaza porak-poranda. Untuk merekonstruksi wilayah itu, menurut Wakil Perdana Menteri Otoritas Palestina MohammedMustafa diperlukan dana hingga US$ 6 miliar untuk memperbaiki rumah sakit, rumah tinggal, jalan, sekolah, fasilitas air dan pabrik.

Sejak Israel dan kelompok Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang pada 26 Agustus lalu, Otoritas Palestina sudah mulai menyiapkan proses rekonstruksi. “Setidaknya 400 ribu warga Gaza membutuhkan tempat tinggal baru,” ujar Mustafa.

Demi menggalang dana. Mesir dan Norwegia pernah menyatakan anak menggelar konferensi negara-negara donor pada bulan ini. Nantinya, dana yang terkumpul akan disalurkan melalui otoritas Palestina, yang dipercaya memimpin upaya rekonstruksi.

Saat ini, menurut data Otoritas Palestina, sekitar 50 ribu rumah hancur, 350 bangunan industri tak bisa beroperasi, serta fasilitas pengolahan limbah dan pembangkit listrik rusak. Tak hanya itu, minimnya pasokan air bersih juga berpotensi menciptakan krisis kesehatan bagi warga setempat.

Data lain diterbitkan Shelter Cluster, organisasi penilai rekonstruksi pascaperang. Disebutkan jumlah rumah yang hancur atau rusak parah akibat serangan Israel ke Gaza mencapai 17 ribu unit, sementara 5.000 unit lainnya masih memerlukan perbaikan akibat kerusakan yang disebabkan oleh perangperang pada masa lalu. Secara keseluruhan, menurut Shelter Cluster, Gaza, yang berpenduduk 1,8 juta jiwa, mengalami defisit perumahan hingga 75 ribu unit.

Proses rekonstruksi ternyata tak semulus yang diharapkan. Diperkirakan akan ada hambatan berupa blokade Mesir dan Israel di perbatasan sejak 2007. Israel selama ini juga melarang impor semen, baja, dan bahan bangunan lain ke Gaza karena takut akan digunakan kelompok Hamas untuk membangun terowongan bawah tanah rahasia.

Shelter Cluster memperkirakan rekonstruksi Jalur Gaza akan memerlukan waktu hingga 20 tahun. Perkiraan tersebut didasari kapasitas jalur utara antara Israel dan Jalur Gaza yang hanya bisa dilalui 100 unit truk pengangkut per hari.

Serangan Israel, selain menewaskan lebih dari 2.100 orang, menyebabkan 100 ribu warga kehilangan tempattinggal.Permukiman dengan kerusakan paling parah adalah daerah perbatasan Shujaiyya, di sebelah timur Kota Gaza; Beit Hanoun; dan Beit Lahiya di Gaza utara. Adapun daerah lain adalah Khuzaa, Abasan, dan Rafah di sebelah tenggara.

Selama tujuh tahun terakhir, Jalur Gaza telah dilanda tiga kali perang. Perang sebelumnya, pada 2008-2009, menewaskan 1.400 orang. Saat itu, perang menyebabkan kerugian senilai US$ 1,7 miliar akibat rusaknya lahan pertanian, pabrik-pabrik, fasilitas publik, gedung pemerintahan, jalan, listrik, air, sistem pembuangan limbah, serta jaringan telepon.

Christopher Gunness, pejabat di Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina (UNRWA), mengatakan masalah di Gaza bukan sekadar kebutuhan membangun kembali permukiman. Ihwal yang tak kalah serius adalah persediaan air, pasokan listrik, hingga sistem pembuangan limbah. Hampir semua aspek sudah tak lagi bisa berfungsi seperti seharusnya. “Di tengah ketidakpastian, ada satu hal yang jelas: kita tidak bisa membangun kembali Gaza jika masih ada blokade,” kata dia kepada The Australian.

Meski demikian, is yakin pemerintah Israel akan melonggarkan blokade dan mengizinkan masuknya bahan-bahan bangunan untuk proses rekonstruksi. Hanya, menurut dia, Israel akan mencari jaminan, seperti melibatkan pengawasan internasional sehingga pasokan itu tak akan digunakan Hamas untuk kepentingan militer, melainkan benar-benar untuk merekonstruksi rumah, sekolah, dan rumah sakit.

— Rosalina

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s