Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Kebijakan Moneter Ketat Berlanjut

Kebijakan Moneter Ketat Berlanjut

BI mencermati risiko inflasi penyesuaian harga BBM pada akhir tahun ini.

JAKARTA — Bank Indonesia diperkirakan bakal terus melanjutkan kebijakan moneter ketat dalam waktu dekat, merespons kondisi domestik dan global yang belum menentu. Salah satu yang menjadi perhatian bank sentral dalam menentukan suku bunga adalah tingkat inflasi yang diprediksi’di kisaran 3,5-5,5 persen tahun ini. “Sinyalnya, BI tak akan mengubah suku bunga dalam waktu dekat,”ujar kepala ekonom PT Bank Mandiri Tbk., Destry Damayanti, ketika dihubungi kemarin.

Apalagi, menurut Destry, hingga kini pemerintah belum memutuskan kebijakan soal harga bahan bakar minyak bersubsidi. Sementara itu, dari sisi global, kata dia, bank sentral Amerika Serikat (The Fed), yang akan menaikkan suku bunga yang lebih cepat dari rencana semula, turut mempengaruhi sikap Bank Indonesia. “Kebijakan moneter belum mengendur.”

Sikap pemerintah yang tak tegas soal harga BBM bersubsidi, menurut Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk., David Sumual, akan menyulitkan pemerintah sendiri dalam mengendalikan defisit anggaran.
“Kalau pemerintah tak menaikkan harga, beban akan beralih ke BI sebagai penentu kebijakan moneter,” tuturnya. Terlebih, kata David, hingga kini PT Pertamina tak lagi membatasi penggunaan Premium dan solar. Bukan tak mungkin Bank Indonesia akan mengerek suku bunga acuannya setelah mempertahankannya sejak November 2013 di level 7,5 persen.

Analis dari Morgan Stanley, Deyi Tan, juga memperkirakan BI tak mengubah suku bunganya untuk mengantisipasi kenaikan inflasi yang bakal terjadi setelah presiden terpilih Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara, menyatakan bank sentral mencermati risiko inflasi akibat kemungkinan penyesuaian harga BBM pada kuartal IV 2014. Selain itu, masih ada berbagai potensi inflasi pada semester akhir tahun ini, seperti kenaikan harga elpiji 12 kilogram dan kenaikan harga pangan akibat El Nino.

Karena itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan pemerintah di tingkat pusat dan daerah.

Sementara itu, Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri optimistis target inflasi di level 5,3 persen akan tercapai. “Inflasi masih on track,” katanya. Badan Pusat Statistik sebelumnya mengumumkan laju inflasi sepanjang JanuariAgustus 2014 tercatat sebesar 3,42 persen. • [RR. Ariyani]


Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s