Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Kejahatan Kemanusiaan di Irak Dilakukan Kedua Kubu

Kejahatan Kemanusiaan di Irak Dilakukan Kedua Kubu

Tim khusus PBB segera diterjunkan untuk menyelidiki kejahatan perang.

JENEWA—Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pada Senin lalu, menyatakan kedua pihak yang berseteru di Irak, Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) — kini Islamic State (IS) — dan pasukan pemerintah, melakukan kejahatan kemanusiaan selama tiga bulan terakhir. Hal in disebutkan Wakil Ketua Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Flavia Pansieri, dalam diskusi di markas besar PBB di Jenewa.

“Serangan sistematis dan disengaja terhadap warga sipil tergolong kejahatan perang dan kemanusiaan. Setiap pelaku, termasuk para komandan, bertanggung jawab atas kebiadaban in,” kata Pansieri  dengan merujuk pada kejahatan yang dilakukan kedua pihak.

Keprihatinan utama Pansieri didasari adanya serangan ISIS atas komunitas minoritas Kristen, Yazidi, Shiah Turkmen, dan lainnya di utara dan barat Irak.”Komunitas ini telah hidup bersama selama ribuan tahun dengan damai sebelum kedatangan kelompok itu,” ujar dia.

Pansieri mengatakan rakyat Irak telah mengalami kekerasan sektarian dan kerusuhan selama lebih dari satu dekade. Namun situasi semakin memburuk beberapa bulan terakhir akibat serangan milisi ISIS yang ingin mendirikan Negara Islam dan menolak mengakui komunitas yang berbeda “Banyak yang menjadi korban langsung dari konflik. Sedangkan yang lain mengalami kekerasan fisik dan seksual, dengan bekas luka yang tetap bersama mereka sepanjang hidup,” tutur Pansieri.

Tindakan keji ISIS antara lain pembunuhan, pemaksaan berpindah agama, perbudakan, pelecehan seksual, dan pengepungan terhadap keseluruhan komunitas. Tindakan tersebut -menyebabkan ribuan orang telah terbunuh dan sebagian besar korban adalah warga sipil. Adapun lebih dari satu juta orang lainnya mengungsi.

Kej ahatan kemanusiaan, meski diakui Pansieri tak sebesar ISIS, juga dilakukan pasukan pemerintah. Polisi Irak dilaporkan mengeksekusi tahanan di Tal Afar. Sedangkan penembakan di Masjid Khanaqin dilakukan oleh para milisi pro-pemerintab yang menewaskan 72 pria dan anak lelaki.

Dalam kesempatan itu, Menteri Hak Asasi Manusia Irak, Mohammed Shia’ Al Sudani, menyatakan ISIS bertanggung jawab atas perpecahan negeri. “Mereka berbahaya bagi seluruh dunia karena tidak mengakui prinsipprinsip universal,” katanya. Namun is tidak menanggapi laporan kejahatan kemanusiaan oleh pemerintah.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Dewan HAM PBB, Stephen Harper, mendesak Perdana Menteri Haider al-Abadi membentuk pemerintahan nasionalis yang merangkul seluruh komunitas di Irak. “Dengan begitu, akan mudah membentuk komisi yang menyelidiki kejahatan kemanusiaan oleh aparat.”

Catatan terbaru PBB menyebutkan sedikitnya 1.420 orang tewas akibat kekerasan ISIS di Irak. Korban luka mencapai 1.320 orang. •  [Sita Planasari Aquadini]

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s