Home » PAGE 5.2 - International News » PBB Investigasi NIIS

PBB Investigasi NIIS

Keluarga Tentara Irak Menyerbu Gedung Parlemen Irak

GENEVA, SENIN — Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengirim 11 penyelidik dari Dewan Hak Asasi Manusia ke Irak untuk menginvestigasi kejahatan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah. NIIS dituduh melakukan kejahatan perang, pembasmian etnis agama, dan genosida. Para pelaku Bakal diseret ke Mahkamah Kriminal Internasional.

PBB menyiapkan dana 1,18 juta dollar AS (Rp 13,8 miliar) untuk penyelidikan atas NIIS di Irak. Diharapkan, laporan penyelidikan itu selesai Maret 2015. Target penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti kejahatan NIIS dan kemungkinan menyeret pelakunya ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).

“Kits menghadapi monster teroris,” kata Mohammed Shia’ Al Sudani, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Irak, dalam Sidang Dewan HAM PBB yang memutuskan penyelidikan tersebut di Geneva, Swiss, Senin (1/9).

NIIS, yang mendeklarasikan kekhalifahan Islam dengan wilayah sebagian Irak dan Suriah, ditetapkan sebagai ancaman keamanan utama bagi Barat sejak kelompok militan itu merilis video pemenggalan kepala wartawan AS, James Foley.

PBB menyatakan, kelompok Sunni militan itu menyebabkan lebih dari 1,2 juts warga terusir dari rumah masing-masing tahun Agustus ini sedikitnya 1.420 warga tewas akibat kekerasan sektarian di Irak.

Deputi Komisioner Tinggi HAM PBB Flavia Pansieri menegaskan, ada bukti kuat NIIS dan kelompok sekutu mereka melancarkan pembunuhan terencana, pemaksaan agama, penyerangan seksual, dan penyiksaan di Irak. “Laporan-laporan yang kami terima mengungkapkan tindakan tidak manusiawi dalam Skala yang talc pernah terbayangkan,” kata Pansieri.

Ia melontarkan keprihatinan atas penyiksaan NIIS kepada warga Kristen serta etnis minoritas Yazidi, Syiah, dan Turki. Pembasmian etnis seperti itu masuk kejahatan atas kemanusiaan.

Pansieri memaparkan, anakanak warga kelompok minoritas direkrut paksa untuk bertempur di garis terdepan atau dipaksa mendonorkan darah mereka. ‘Warga Yazidi dikubur hidup-hidup, kepala mereka dipenggal, atau dibunuh dalam eksekusi massal,” ujar Keith Harper, delegasi AS di forum sidang itu.

Dewan beranggotakan 47 negara itu menerima secara aldamasi dalam memutuskan resolusi tentang penyelidikan kejahatan NIIS di Irak.

Dalam laporan setebal 26 halaman yang dirilis, Selasa (2/9), Amnesty International memaparkan pembasmian etnis yang dilakukan NIIS secara sistematis di Irak. “Pembantaian dan penculikan oleh NIIS memberi bukti barn, gelombang pembasmian etnis minoritas tengah berlangsung di Irak utara,” kata Donatella Rovera, penyelidik Amnesty International.

Parlemen diserbu
Di Baghdad, 100 keluarga tentara Irak yang diculik NIIS menyerbu masuk gedung parlemen Irak. Menurut saksi mata, mereka menuntut kabar nasib tentara anggota keluarga mereka.

Selain menghancurkan beberapa perlengkapan, mereka menyerang dua petugas, dan menolak meninggalkan gedung itu. Beberapa anggota parlemen kabur melarikan diri sehingga tas dan jaket mereka tertinggal.

Kelompok militan NIIS menahan para tentara Irak, Juni lalu. Tentara Irak itu keluar dari markas mereka di Tikrit karena menyangka ada gencatan senjata. Namun, mereka ditangkap NIIS yang belakangan mengklaim telah membunuh 1.700 tentara. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s