Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Koalisi Merah Putih » Perubahan Sikap Agung Laksono Dipertanyakan

Perubahan Sikap Agung Laksono Dipertanyakan

JAKARTA, KOMPAS — Perubahan sikap Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Agung Laksono yang mendadak menyetujui Musyawarah Nasional Partai Golkar pada 2015 dari sebelumnya tahun 2014 disayangkan sejumlah kader Partai Golkar.

Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar Andi Sinulingga, Senin (2/9), di Jakarta, mengingatkan seluruh kader Golkar untuk menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. Oleh sebab itu, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar harus tetap dilaksanakan pada tahun 2014.

“Bukankah Wakill Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono sendiri yang sejak awal bersikeras mendorong munas pada 2014 dengan alasan mematuhi AD/ART. Dia juga sebelumnya mengatakan, rekomendasi Munas 2009 yang menetapkan Munas Golkar pada 2015 derajatnya di bawah AD/ART,” katanya.

Andi juga menyayangkan berbaliknya sikap Agung Laksono yang menyetujui munas pada 2015. “Saya mendengar, sebelum Pak Agung meminta munas 2014, beliau sudah konsultasi dengan pakar hukum tats negara, Prof Natabaya. Dengan bekal itu, Pak Agung berani meminta munas 2014. Kenapa tiba-tiba berbalik?” tanyanya.

Andi menduga ada kompromi-kompromi politik untuk menunda Munas Golkar pada 2015. “Itu yang says katakan. Kini, di Golkar, semuanya dijalankan dengan bisik-bisik orang per orang. Kasihan partai besar seperti ini kalau dikelola dengan bisik-bisik,” ujarnya.

Kekecewaan serupa diperlihatkan Iskandar Mandji, Ketua Tim Jenggala Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Alasannya adalah inkonsistensi sikap Agung Laksono terhadap penyelenggaraan munas. “Siapa mereka? Sebenarnya calon-calon (ketua umum Partai Golkar) itu tak harus mereka. Tak harus Agung Laksono atau MS Hidayat. Ada kader-kader muda, seperti Agus Gumiwang atau Erwin Aksa,” tambah Iskandar.

Hal senada disampaikan pendiri Partai Golkar, Suhardiman. Munas Golkar seharusnya digelar paling lambat 5-8 Oktober mendatang. “Dalam AD Pasal 30 Ayat (2a) disebutkan, munas diselenggarakan lima tahun sekali. Artinya, jika munas sebelumnya tahun 2009, munas lima tahun berikutnya 2014,” ujarnya.

Zainal Bintang, Ketua Koordinator Eksponen Ormas Tri Karya, menambahkan, penolakan waktu munas 2015 sudah dilakukan sejak Agustus lalu. “Saya sudah tiga kali ldrim surat ke DPP dan mahkamah partai, namun belum dijawab,” katanya. (RYO/A05)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s