Home » PAGE 5.2 - International News » PM Sharif Tolak Desakan Mundur

PM Sharif Tolak Desakan Mundur

Parlemen Pakistan menggelar sidang untuk memutuskan tindakan keras bagi demonstran.

ISLAMABAD — Krisis politik di Pakistan semakin runyam. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menggelar sidang parlemen di tengah seruan demonstran agar dia mundur. Beberapa kalangan mengkhawatirkan int ervensi militer membubarkan demonstran bisa menyebabkan kekerasan.

Sharif, yang menikmati mayoritas dukungan di parlemen, berusaha memastikan kendali kekuasaan. Parlemen diperkirakan akan bersidang sepanjang pekan untuk membahas krisis tersebut. “Ini bukan sebuah protes, aksi duduk, atau pertemuan politik. Ini pemberontakan melawan institusi negara, pemberontakan melawan pemerintah Pakistan,” kata Menteri Dalam Negeri Chaudhry Nisar di depan parlemen, kemarin.

Dia menegaskan parlemen akan melansir keputusan memberi mandat bagi polisi untuk menindak demonstran. “Mereka bukan revolusioner, mereka penyusup dan teroris,” kata Nisar merujuk kepada demonstran.

Selain Nisar, Menteri Pertahanan Khawaja Asif menyatakan pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mengambil aksi, termasuk “penggunaan kekuatan secara selektif” dan penangkapan-penangkapan.

Ribuan demonstran pendukung oposisi dan ulama Pakistan menggelar protes di gedung parlemen di Islamabad sejak pertengahan Agustus lalu. Pemimpin oposisi Imran Khan dan ulama terkemuka Pakistan Tahir ulQadri menuding Sharif telah bertindak korup dan curang dalam pemilihan umum yang bare lalu.

Sharif membantah telah melakukan kecurangan dan menolak mundur. Adapun aksi protes yang berlangsung damai selama beberapa pekan berubah menjadi buruk pada akhir pekan lalu. Ketika itu terjadi bentrokan antara demonstran dan aparat yang berusaha melindungi rumah Sharif dari serbuan pemrotes. Tiga orang dan 400 luka-luka.

Kemarin Islamabad kembali tenang, tanpa ada kekerasan. Namun suasana masih tegang dengan aparat keamanan tersebar, terutama di gedunggedung pemerintah.

Bersamaan dengan digelarnya sidang parlemen, beberapa ribu demonstran masih bertahan dengan aksi damai di luar Zona Merah, kawasan tempat kantor Sharif, kementerian, dan kedutaan besar negara sahabat berada.

Beberapa kalangan mengkhawatirkan tentara akan mengintervensi, mengingat sejarah negara itu yang kerap berpindah tangan lewat kudeta militer ketimbang pemilihan umum. Namun tentara membantah terlibat dan menyatakan mereka sepenuhnya netral serta apolitik.

Sementara itu, kalangan oposisi di parlemen terpecah. Mantan sekutu Imran Khan, Javed Hashmi, mengatakan Khan bertindak atas perintah militer dan menganggap krisis yang terjacli selQagai kudeta kecil. Hashmi bahkan mengutuk upaya demonstran menyerbu rumah Sharif pada akhir pekan lalu. [Natalia Santi]

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s