Home » PAGE 3.8 - Korupsi dan Hukum » Korupsi dan Hukum » Demokrat Minta Jero Mundur

Demokrat Minta Jero Mundur

KPU menilai Jero tetap bisa dilantik menjadi anggota DPR terpilih periode 2014-2019.

REPUBLIKA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik pada Rabu (3/9) resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK. Jero menambah daftar panjang petinggi Partai Demokrat yang terjerat hukum. Padahal, pada Februari 2013, Demokrat telah membuat pakta integritas agar kader partai menghindari tindak pidana koruspsi.

Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan kader harus mempertanggungjawabkan pakta integritas yang pernah ditandatangani di hadapan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Pakta integritas ditandatangani kader. Kalau terjadi (korupsi), itulah yang harus dipertanggungj awabkan karena dia sudah tanda tangan,” kata Syarief, Rabu (3/9).

Namun, Syarief meminta agar kasus yang menjerat Jero Wacik tidak langsung dikaitkan dengan Partai Demokrat. Misalnya, terkait dugaan aliran Jana korupsi dialokasikan ke Partai Demokrat. “Tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Ketua KPK Abraham Samad pun secara implicit mengatakan tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Itu korupsi pribadi,” katanya.

Dalam pakta integritas yang memuat 10 poin itu, ada klausul yang secara spesifik menegaskan agar kader yang terjerat korupsi untuk mengundurkan diri. Hal itu tertuang dalam poin kettijuh dan kedelapan. Konsekuensi dari klausul itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat akan meminta Jero mundur dari posisi sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat. “Dalam pakta integritas sudah dijelaskan kalau ada yang mengalami peristiwa hukum harus mengundurkan diri,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua.

Demokrat tidak akan memperlakukan Jero secara istimewa. Max mengatakan, pakta integritas berlaku bagi seluruh pengurus partai. Dia mencontohkan Andi Alfian Malarangeng (mantan sekretaris Majelis Tinggi) dan Anas Urbaningrum (mantan ketua umum) juga mundur dari jajaran pengurus partai begitu ditetapkan sebagai tersangka. “Tidak terkecuali Pak Jero. Meskipun posisi beliau sangat tinggi sebagai sekretaris Majelis Tinggi,” ujarnya.

Tierkait status Jero sebagai anggota DPR terpilih periode 2014-2019, Max mengatakan, Demokrat menyerahkan proses itu ke Komisi Pemilihan Unium (KPU). “Sebagai anggota DPR, ada prosesnya dari partai hingga KPU,” ujarnya.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, Jero Wacik tetap bisa dilantik sebagai anggota DPR periode 2014-2019 pada 1 Oktober 2014. “Selama belum ada kekuatan hukum tetap dari pengadilan, tetap bisa dilantik,” kata Ferry, Rabu (3/9).

Jero Wacik merupakan calon anggota DPR dari Dapil Bali meliputi Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Tabanan, dan Kota Denpasar. Sebagai Men-. teri ESDM, Jero juga telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya pada 1 September untuk mengikuti pelantikan sebagai anggota DPR terpilih pada 1 Oktober. ■ Esthi Maharani, Muhammad Akbar Wijaya

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s