Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Tinggi, Permintaan Layanan Perintis

Tinggi, Permintaan Layanan Perintis

Subsidi Terus Dinaikkan

JAYAPURA, KOMPAS — Permintaan terhadap penerbangan perintis masih sangat tinggi. Sejumlah kalangan berharap pemerintah menambah rute perintis sehingga konektivitas warga bertambah. Untuk itu, pemerintah menambah subsidi hingga Rp 50 miliar setiap tahun.

Berbagai kalangan yang dimintai pendapat oleh Kompas so-al penerbangan perintis pada Senin dan Selasa (2/9) mengatakan, permintaan terhadap penerbangan perintis masih tinggi.

Hengky Yoku, salah seorang pengusaha lokal di Papua, mengatakan, potensi pengemoangan bisnis penerbangan perintis sangat besar. Namun, upaya tersebut terhambat sikap pemerintah daerah (pemda) yang apatis untuk mengembangkan bisnis penerbangan perintis.

“Selama 50 tahun, pemda belum pernah memikirkan cara untuk menghadirkan moda transportasi udara dan menyiapkan sumber daya manusia ash Papua yang telah mengenal daerahnya sendiri. Prioritas mereka masih terpaku pada bidang politik saja. Faktor inilah yang menyebabkan pengusaha lokal belum berani terjun ke bisnis penerbangan perintis karena terkendala faktor modal,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Da-gang dan Industri Kabupaten Jayapura.

Kepala Maskapai Trigana Air Cabang Kota Jayapura Budiono mengatakan, pihaknya sangat tertarik untuk terjun dalam bisnis penerbangan perintis. Namun, belum memadainya infrastruktur menyebabkan rute penerbangan perintis yang dilalui Trigana masih terbatas.

“Saat ini, kami hanya melayani 12 rute penerbangan perintis melalui bandara di Timika. Pesawat perintis dan Trigana hanya bisa mendarat di bandara dengan panjang landasan di atas 500 meter,” kata Budiono.

Dengan beroperasinya sembilan rute penerbangan perintis di Maluku pada Juli lalu, perlahan-lahan mulai membuka isolasi di sejumlah kabupaten yang minim akses transportasi. Khusus Maluku Barat Daya, warga berharap operator bisa menambah frekuensi penerbangan dan mendatangkan pesawat berkapasitas lebih besar.

Edi Tailaku, pengusaha di Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, berharap agar Aviastar, maskapai penerbangan perintis di daerah itu, dapat menambah lagi frekuensi penerbangan dari Am-bon ke Kisar. Saat ini rute tersebut dilayani dua kali dalam satu minggu.

Orlando Petrus, warga lainnya, mengatakan, kehadiran penerbangan perintis sangat membantu warga Maluku Barat Daya yang nyaris terisolasi selama enam bulan ketika penerbangan perintis terhenti.

Manajer Aviastar Mandiri Ambon Kirno Yulianto mengatakan, masukan itu akan menjadi pertimbangan operator termasuk untuk menambah lagi frekuensi penerbangan di rute-rute yang tingkat permintaannya tinggi. Untuk sementara, sembilan rute perintis di Maluku masih dilayani satu pesawat.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih berjuang menggaet investor guna mengoperasikan Kaltim Air. Pesawat Kaltim Air pernah terbang perdana pada 17 Agustus 2011.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, sebenarnya banyak calon investor tertarik untuk menanamkan saham. Namun, Pemprov harus menyamakan persepi karena Kaltim Air nantinya adalah maskapai yang harus bisa diakses masyarakat.

Menanggapi hal itu, Direktur Bandara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahyono mengatakan, pemerintah mengalokasikan subsidi penerbangan perintis tahun 2014 sekitar Rp 500 miliar. “Setiap tahun naik antara Rp 50 miliar dan Rp 100 miliar,” ujarnya.

Bambang mengatakan, jika suatu daerah dinilai sudah tak lagi membutuhkan subsidi, fasilitas yang diberikan untuk melayani rute perintis tersebut akan dialihkan ke daerah lain. Pengelola biasa melaporkan mengenai perlu tidaknya subsidi rute penerbangan perintis. (FLO/FRN/PRA/CAS/MHF)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s