Home » PAGE 5.3 - Tokoh Indonesia » Jokowi-Kalla » Kalla Group Gandeng BUMN

Kalla Group Gandeng BUMN

Dana pensiun 2.500 karyawan dan 300 pensiunan 12 perusahaan Kalla Group kini dikelola DPLK BRI dan Mandiri.

KALLA Group menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk untuk mengelola dana pensiun perseroan. Langkah itu dilakukan untuk memberi kepastian pengelolaan uang hari tua ribuan pegawainya.

Presiden Direktur Kalla Group Fatimah Kalla menegaskan hal itu. Ia menyebutkan saat ini terdapat 2.500 karyawan dan 300 pensiunan yang bekerja pada 12 perusahaan yang bernaung di bawah Kalla Group.

“Pengelolaan dana pensiunan dilakukan DPLK (dana pensiun lembaga keuangan) dari BRI dan Mandiri,” sebut Fatimah seusai penandatanganan kerja sama di Wisma Kalla, Makassar, kemarin.

Ia mengungkapkan perseroan sebenarnya menjajaki 12 DPLK di Tanah Air. Akan tetapi, kelompok bisnis yang berbasis di Makassar itu meminang kedua bank pelat merah karena hasil penilaian tim dan pertimbangan teknis.

“Dana pensiun ini akan kami kelola sendiri, tapi kami menyadari akan risikonya sehingga menggandeng yang profesional supaya terkelola dengan baik, mulai masuk kerja hingga akhir masa kerja,” serunya.

Sementara itu, Direktur BRI Sulaeman A Aryanto mengatakan itu merupakan kemitraan strategic pertama perseroan dengan perusahaan swasta. Sebab, mitra bisnis perseroan merupakan perusahaan BUMN. “Kerja sama ini merupakan pertama kalinya di Indonesia Timur,” ujar dia.

DPLK BRI saat ini mengelola dana pensiunan senilai Rp3,3 triliun. Adapun dana kelolaan dari DPLK Bank Mandiri sekitar Rp400 miliar-Rp500 miliar.

Sulaeman menegaskan pihaknya akan memberikan layanan keuangan prima guna meningkatkan kepuasan nasabah. Hal itu juga bertepatan dengan peringatan Hari Konsumen Nasional.

Sekretaris Perusahaan BRI
Budi Satria mengatakan perusahaan tidak hanya diwajibkan untuk melayani pelanggan, tetapi juga diwajibkan memahami pelanggan. “Ini seiring dengan meningkatnya harapan pelanggan yang tidak pernah sepakat untuk mengatakan bahwa mereka benarbenar terpuaskan,” pungkas dia di Jakarta, kemarin.

Putus kontrak
Sementara itu, salah satu anak perusahaan Kalla Group yakni Kalla Inti Karsa (KIK) mengakhiri kontrak kerja sama dengan Pemkot Makassar terkait dengan pengelolaan Terminal Regional Daya (TRD) Makassar.

“Dengan banyaknya permasalahan di TRD itu dan adanya desakan pemkot untuk mengelola semua masalah

terminal, akhirnya kita sepakat untuk mengakhiri kontrak kerja sama itu,” ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, di Makassar.

Pemutusan hubungan kerja sama itu dilakukan saat pertemuan PT KIK bersama Wali Kota Makassar, dan disaksikan Presiden Direktur Kalla Group, Fatimah Kalla, Direktur Utama PT KIK Solihin Jusuf KaIla, dan Certified Human Capital PT KIK Subhan Djaya Mappaturung.

“Karena hak dan kewajiban kita masih ada di situ dan kita akan hitung dan kompromikan dengan Pemkot Makassar. Seperti kios, itu masih tetap ada dan kita akan panggil nanti bahwa ini sudah dimiliki pemkot,” ujar Subhan. LINA HERLINA

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s