Home » PAGE 3.10 - Kesehatan » Kesehatan » Penderita Hemofilia Disarankan Tak Lakukan Aktivitas Fisik Berat

Penderita Hemofilia Disarankan Tak Lakukan Aktivitas Fisik Berat

RAKYAT MERDEKA – Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) Tangerang Asep Ruswiadi mengatakan, jumlah dokter ahli hemofilia di Indonesia saat ini sangat sedikit dan jauh dari kebutuhan. Kondisi itu menjadi penyebab kurangnya informasi di kalangan masyarakat dan penderita hemofilia sendiri.

“Tenaga ahli hemofilia itu tersebar di sejumlah daerah. Namun, hanya ada di rumah sakit bekas tipe A. Ini yang membuat diagnosis hemofilia sulit dilakukan, karena dokter ahlinya masih minim,” keluh Asep.

Di sisi lain, kata dia, pengobatan homofilia sangat mahal. “Scat pendarahan terjadi, penanganan medis hams ekstra. Pemberian obat pembekuan darah harus rutin dilakukan dan biayanya tidak sedikit. Selama lima hari perawatan, pasien hemofilia bisa menghabiskan biaya medis hingga Rp 50 juta,” ungkap Asep.

Sementara Dokter Divisi Hematologi Onkologi Anak RSUD Tangerang Rini Purnamasari mengatakan, ciri khas penyakit hemofilia itu pendarahannya di .dalam dan di otot. Hal itu bisa terjadi saat balita belajar merangkak mengalami lebam atau biru-biru di bagian lutut.

“Khas hemofilia itu pendarahannya di dalam dan di otot. Itu yang bikin mereka sulit beraktivitas atau sulit berjalan,” paparnya.

Pada anak yang lain mungkin gejala yang muncul berupa perdarahan di mulut saat giginya mulai terlepas, demikiaii pula mimisan atau perdarahan di gusi atau lidah. Sejalan dengan peningkatan aktivitas fisik anak, perdarahan bisa terjadi di lutut, siku, pergelangan kaki, bahu dan pergelangan tangan.

Bagi pasien dewasa, dia mewanti-wanti para penderita agar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak. Seperti mengendarai sepeda, membawa barang berat, clan naik-turun tangga.

“Aktivitas fisik seperti ini peluang terjadi pendarahannya sangat besar. Karena itu, penderita hemofilia dilarang melakukan aktifitas seperti ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, Rini melanjutkan, berat badan berlebih bisa menyebabkan pembengkakan pada persendian. Seperti lulut dan pergelangan kaki. Pasalnya, beban tubuh yang bertambah akan mempengaruhi terjadinya pendarahan pada persendian.

“Jika berat tubuh berlebih tentu saja beban yang disangga lutut akan bertambah dan membuka peluang terjadi pendarahan. Karena itu, sangat berbahaya jika penderita homofilia mengalami obesitas,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Umum Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K) menjelaskan, hemofilia merupakan penyakit genetik yang sangat membahayakan jika tidak mendapat perhatian khusus, baik dari penderita maupuRorang terdekat di sekitarnya.

Karena itu, dia menyarankan, agar keluarga hams berperan aktif memberikan informasi kepada yang bersangkutan dan lingkungan sekitar mengenai kondisi hemofilia yang ada. Misalnya, pada pihak sekolah, dokter di mana penderita berobat, dan teman-teman di lingkungan terdekat secara bijaksana.

“Penderita hemofilia tidalchanya membutuhkan pengobatan secara intensif, tetapi juga dukungan moral dark keluarga, ” ujarnya. ■ NOV

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s