Home » PAGE 5.2 - International News » ISIS » Butuh Tiga Tahun Perangi ISIS

Butuh Tiga Tahun Perangi ISIS

Turki khawatirkan nasib 49 warganya yang diculik ISIS.

WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) menyatakan butuh waktu tiga tahun memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Operasi ini bisa berlanjut setelah Barack Obama menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden.

Menurut pejabat senior AS, ada tiga fase dalam memerangi ISIS di Irak dan Suriah. Fase pertama, yaitu serangan udara. Sejak 8 Agustus 2014, pesawat tempur AS telah melakukan hampir 145 serangan. Ini bertujuan melindungi etnik dan pemeluk agama minoritas.

Serangan udara berhasil memukul mundur ISIS dari Irak utara dan barat. Tahap berikutnya dilakukan setelah terbentuk pemerintahan Irak bersatu. Bakal ada koordinasi antara pemerintahan bersatu dan AS dalam menghadapi ISIS.

Sedangkan, fase terakhir menghancurkan angkatan bersenjata ISIS di Suriah. Ini kelak menjadi fase terberat dan melahirkan kontroversi politik. “Diperkirakan baru selesai pada masa pemerintahan AS selanjutnya,” katanya, seperti dikutip New York Times, Ahad (7/9).

Pada Rabu (10/9), Obama menjelaskan rencananya dalam memerangi ISIS kepada Kongres. Ia ingin meyakinkan publik, misi kali ini tak seperti yang dilakukan saat menginvasi negeri itu pada 2003. “Kami ingin melemahkan mereka secara sistematis,” katanya.

Obama masih bertahan tak akan menggunakan pasukan darat. Tapi, AS menegaskan tetap mengambil peran utama dalam memerangi ISIS. Tak seperti saat menjatuhkan pemimpin Libya Muamar Qadafi pada 2011. Saat itu, AS hanya berada di belakang layar.

‘ “Kami mempunyai kemampuan menghancurkan ISIS,” ujar Menlu AS John Kerry, saat pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), pekan lalu. Mungkin bisa memakan waktu satu atau dua tahun, bahkan tiga tahun.

Hal terpenting, ISIS dapat dikalahkan.

Dalam waktu dekat, Kerry akan berkunjung ke Timur Tengah. Ia menguatkan koalisi melawan ISIS. Pada Senin (8/9), Menhan Chuck Ha-gel terbang ke Turki. Hagel membujuk Turki turut dalam koalisi, berada di front terdepan.

Salah satunya, menutup perbatasan TurkiSuriah. Perbatasan ini sejak lama digunakan militan asing untuk masuk Suriah dan Irak. Hagel juga menghendaki operasi militer AS bisa dilakukan dari pangkalan udara Turki. Namun, Turki ragu-ragu meluluskan keinginan AS.

Sejumlah pejabat Turki mengatakan, itu akan membuat Turki menjadi sasaran ISIS. Apalagi, saat ini ada 49 warganya diculik ISIS. Pada Juni lalu, mereka menyerbu Konsulat Turki di Mosul. Mereka menculik konsuler jenderal, staf, serta keluarganya. Termasuk, tiga anakanak.

Yordania dan Arab Saudi telah mengajukan diri memberikan bantuan. Uni Emirat Arab mempertimbangkan ikut melakukan serangan udara ke Irak. Negara yang telah bersepakat, yaitu Jerman, Australia, Inggris, Denmark, dan Prancis.

Pada Ahad (7/9), Liga Arab menyatakan siap menempuh semua cara untuk ISIS. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan 22 menteri luar negeri di Kairo, Mesir. Negara anggota juga siap menggadang militan asing yang ingin mendukung ISIS.

Selain itu, Liga Arab menghambat aliran dan dukungan apa pun untuk ISIS. Mesir, Arab Saudi, Yordania, Lebanon, Qatar, dan Uni Emirat Arab merupakan negara yang tergabung dalam Liga Arab. Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi menegaskan perlunya sikap tegas negaranegara Arab.

Menurutnya, sikap semacam itu menambah kekuatan dalam memerangi ISIS. Sebab, ISIS bukan hanya tantangan bagi Irak. Namun, ISIS pun melahirkan ancaman bagi negara lainnya. Kalau memang ada aksi militer, nantinya dilakukan atas kesepakatan bersama.

Sejumlah sumber diplomatik mengungkapkan, sebelum pertemuan berlangsung, Liga Arab mendukung serangan udara AS di Irak. Mereka bersedia berkoordinasi dengan AS. ■ [Dessy Suciati Saputri]

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s